JawaPos Radar

Nobar, Sesama Pendukung PSS Bentrok

11/10/2018, 15:32 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
AKBP Yulianto
Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Derby Jogjakarta antara PSS dan PSIM digelar digelar tanpa penonton. Meski demikian, Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) masih menerima laporan bentrokan suporter. Insiden terjadi di lapangan Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

"Ada bentrokan, tapi antarsesama pendukung (PSS). Mereka itu nonton bareng di lapangan. Tidak ada laporan adanya korban," kata Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto, Kamis (11/10).

Selain bentrokan di lapangan Kecamatan Mlati, polisi belum menerima laporan dari polsek maupun polres setempat. Apakah ada kejadian serupa saat atau usai pertandingan derby itu.

Namun secara garis besar, tak ada laporan kejadian menonjol. Artinya konsep laga derby tanpa penonton berhasil menekan tindakan anarkis. "Secara garis besar memang iya, tidak ada peristiwa menonjol," tutur Yulianto.

Sebelumnya, Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi Disdikpora DIJ Triyana Purnamawati menyampaikan bahwa laga Derby tanpa penonton meminimalkan pelajar yang bolos dari sekolah.

Sebab laga sebelumnya saat PSIM menjamu PSS di Stadion Sultan Agung Bantul, terdapat sekitar seribu pelajar yang bolos sejak pagi. Karena beredar undangan di kalangan pelajar untuk datang menonton pertandingan itu. "Kebanyakan sekolah di Kota Jogjakarta yang pelajarnya bolos," ucapnya.

Selain seribu pelajar bolos, pada Derby di Bantul beberapa waktu lalu juga terjadi bentrokan. Dilaporkan ada seorang penonton yang tewas karena dikeroyok di luar stadion.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up