JawaPos Radar

Banyak Produk Ilegal Masuk Melalui Batam, Begini Langkah BPOM

11/10/2018, 14:31 WIB | Editor: Dida Tenola
Banyak Produk Ilegal Masuk Melalui Batam, Begini Langkah BPOM
Deputi Bidang Penindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Hendri Siswadi (Bobi Bani/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Selama ini masih kerap ditemukan beragam produk makanan, kosmetik, hingga obat-obatan ilegal beredar di pasaran. Barang-barang tersebut masuk dari beberapa penjuru.

Deputi Bidang Penindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Hendri Siswadi menjelaskan setidaknya ada empat lokasi yang menjadi gerbang masuk poduk-produk ilegal. Yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Medan, dan Batam.

Untuk meminimalisir masuknya produk yang tidak melalui prosedur tersebut, BPOM telah melakukan langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah meningkatkan sinergitas dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti bea cukai, kepolisian, dan kejaksaan.

BPOM juga berusaha mengidentifikasi pelaku, memetakan jaringan kejahatan ini, hingga nantinya menemukan pihak yang paling bertanggung jawab."Kami cari pelaku utamanya dan sudah beberapa yang dapat," kata Hendri saat melakukan kunjungan kerja di Hotel Haris, Batam Centre, Batam, Kamis (11/10).

Hendri melanjutkan, umumnya jenis produk yang masuk secara ilegal adalah makanan dan kosmetik. Produk-produk itu berasal dari negara yang bertetangga dengan Indonesia. Hal itu bisa diketahui berdasarkan label tulisan di kemasan.

Dari empat pintu utama tersebut, barang-barang tidak berizin itu masuk secara dinamis. Hendri mengaku tidak bisa menyebutkan daerah mana yang dominan. "Kalau makanan itu banyak masuk ketika lebaran, karena memang banyak barang masuk dari negara tetangga," tambah Hendri.

Sementara itu, Kepala BPOM Kepulauan Riau (Kepri) Yosef Dwi Irwan Prakasa mengatakan, sudah ada delapan kasus yang ditangani pihaknya sepanjang tahun ini. Enam kasus adalah produk makanan dan sisanya kosmetik dan obat-obatan ilegal.

Selain produk-produk dari negara tetangga, produk-produk dari daerah seperti Jakarta dan Surabaya juga masuk ke Batam. Untuk menekan maraknya kasus produk-produk tidak sesuai izin, BPOM Kepri terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pada intinya aspek pencegahan menjadi prioritas utama yang dilakukan.

 

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up