JawaPos Radar

Serapan APBN di Sumsel Tersendat Mutasi Pejabat

11/10/2018, 14:28 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
APBN
Pres rilis capaian kinerja triwulan ke III TA 2018 Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Sumsel. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Pergantian Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) pada awal Oktober lalu berbuntut pada mutasi sejumlah pejabat. Hal ini berdampak pada serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Sumsel. Hingga saat ini serapan anggaran baru mencapai Rp 7,96 triliun atau 56,17 persen dari pagu Rp 14,18 triliun.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sumsel Taukhid mengakui hal tersebut. Pada triwulan III, serapan APBN ditargetkan mencapai 60 persen. Namun saat ini baru 56,17 persen. Meski demikian, angka tersebut tidak terlalu jauh dari target yang ditetapkan. "Biasanya pada akhir tahun trennya mulai meningkat," kata Taukhid saat ditemui di Palembang, Kamis (11/10).

Lambatnya serapan APBN dikarenakan perubahan atau mutasi pejabat di lingkungan Satuan Kerja (Satker) yang menjadi Kuasa Pemegang Anggaran (KPA) di instansi pemerintahan. Sehingga membutuhkan waktu untuk penyesuaian pada proses belanja yang telah berjalan.

Untuk memaksimalkan serapan hingga akhir tahun, DJPb Sumsel akan mengintensifkan monitoring terhadap seluruh proses belanja. Khususnya proyek strategis infrastruktur yang didanai APBN. Seperti Jembatan Musi IV, Stasiun Pompa Banjir DAS Bendung, Jalur kereta api dan lain sebagainya. "Kami optimis serapan APBN dapat maksimal sampai akhir tahun," ujarnya.

Taukhid menambahkan, pagu anggaran Rp 14,18 triliun terbagi dalam 564 Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA). Adapun anggaran dikelola kementerian/lembaga serta Satker di OPD Pemprov Sumsel.

Untuk itu, ia meminta satker untuk lebih mempercepat penyelesaian pengadaan barang dan jasa. Sehingga dapat mempercepat proses serapan anggaran. "Serapan anggaran ini memiliki peranan penting karena semakin tinggi serapan maka akan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up