JawaPos Radar

Soal Aturan Kampanye di Pesantren, Begini Kata Kubu Jokowi

11/10/2018, 14:22 WIB | Editor: Kuswandi
Pilpres 2019
Ilustrasi: Pilpres 2019 (Koko/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perdebatan terkait kampanye di area pondok pesantren masih terus berlangsung. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengeluarkan larangannya, namun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo disebut-sebut membolehkannya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani membantah jika Mendagri membolehkan kampanye di pesantren. Menurutnya pesantren hanya boleh digunakan sebagai tempat silaturahmi.

"Kalau yang saya tahu pak Mendagri bukan mengatakan di pesantren dan lembaga pendidikan itu boleh untuk kampanye. Boleh didatangi untuk silaturahmi tapi nggak boleh kampanye," ungkap Arsul di komplek DPR RI Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).

Arsul menuturkan bahwa ada perbedaan antara silaturahmi dengan kampanye. Kegiatan yang disebut kampanye biasanya menggunakan seragam atau atribut partai. Adapula ajakan untuk memilih pasangan calon tertentu.

"Tapi kalau misalnya datang bersilturahmi dan menerima masukan keluhan bahwa mestinya pemerintah memberi anggaran lebih baik dan kemudian justru memberi konsep-konsep dan terjadi dialog ya enggak (masalah)," sambungnya.

Sementara itu, di TKN sendiri Arsul memastikan telah memberikan arahan kepada Ma'ruf Amin supaya tidak berkampanye jika berkunjung ke pesantren. Kunjungan ke pesantren diharapkan hanya sebagai ajang silaturahmi sesama kiai dan santri.

"Kami di TKN bilang sama pak Ma'ruf dan orang yang sehari bersama beliau bahwa monggo kalau silturahmi saja. Tapi tidak usah kemudian di acara itu disampaikan bahwa diperkenalkan sebagai calon (wakil presiden)," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up