JawaPos Radar

Liga 1 2018

Persebaya Terancam Jamu Borneo FC Tanpa Sang Top Skor

11/10/2018, 14:02 WIB | Editor: Agus Dwi W
persebaya surabaya
Kebugaran David da Silva masih diragukan usai mengalami cedera lutut di laga versus Arema. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Upaya Persebaya Surabaya untuk terus bangkit dan menapak jalan kemenangan tampaknya bakal berjalan dengan tidak mudah. Salah satunya adalah karena Persebaya terancam tanpa top skor David da Silva kala menjamu Borneo FC, Sabtu (13/10) nanti

Pasalnya striker asal Brasil itu masih dibekap cedera lutut kanan. Cedera tersebut didapat kala bersua Arema FC (6/10). Dia pun sudah melewatkan dua kali latihan rutin. Sejatinya, pemain 28 tahun itu sudah kembali berlatih di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin. Tapi, dia berlatih terpisah dari rekan-rekannya.

Rencananya, hari ini Da Silva akan melakukan tes Magnetic Resonance Imaging (MRI). Lantas, apakah Da Silva bisa tampil kontra Borneo FC? “Kami lihat hasil dari MRI besok (hari ini, red) seperti apa,” kata dokter tim Persebaya Pratama Wicaksana. Itu artinya, tak ada jaminan bagi bapak satu anak itu untuk tampil di laga nanti.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman pun memilih untuk menunggu kondisi Da Silva. Dia memang berharap agar Da Silva bisa tampil. “Tapi kalau memang tidak bisa (turun), ya tidak usah dipaksakan,” kata pria yang akrab disapa Djanur itu.

Jika absen, Persebaya jelas bakal meninggalkan lubang di lini depan. Memang, masih ada Rishadi Fauzi dan Riky Kayame. Tapi, secara statistik, keduanya jauh di bawah Da Silva. Rishadi baru mengemas tiga gol. Sementara Kayame malah baru satu gol.

Apalagi, Persebaya punya catatan buruk kala Da Silva absen. Ada lima laga yang dilakoni skuad Green Force tanpa mantan penggawa Bhayangkara FC itu. Hasilnya mengecewakan. Persebaya menelan tiga kekalahan dan dua laga lainnya berakhir imbang.

Meski begitu, Djanur ogah pusing. Toh, dia juga percaya kepada dua ujung tombak tersisa, Rishadi dan Kayame. “Ya, memang itu yang kami miliki. Kami siapkan dua pemain (Rishadi dan Kayame) itu untuk menggantikan Da Silva,” tembah mantan asisten pelatih di Pelita Jaya itu.

Nah, dalam latihan kemarin, Djanur sudah mulai melakukan antisipasi. Kayame dan Rishadi terus diasah finishing sebagai ujung tombak. Dalam sesi latihan itu, keduanya dimanjakan umpan mendatar dari sisi sayap.

Tak hanya lini depan yang jadi perhatian. Lini belakang juga terus dibenahi. Kemarin, M Irvan Febrianto sudah dijajal sebagai bek kanan. Dia disiapkan untuk menggantikan posisi Abu Rizal Maulana yang absen akibat akumulasi kartu. Padahal, sejatinya posisi asli Ambon –sapaan M Irvan- adalah bek kiri.

“Karena bek sayap hanya ada tiga, mau tidak mau Ambon harus bisa sebagai bek kanan dan kiri,” tambah Djanur.

Djanur juga mulai memperbaiki antisipasi set piece. Maklum, dalam tiga laga terakhir, Persebaya selalu kebobolan melalui situasi set piece. Hal yang ingin dihindari kala bentrok kontra Borneo FC.

“Masih ada waktu untuk latihan antisipasi set piece. Karena peluang dari set piece cukup terbuka,” tegas pelatih 53 tahun itu.

(gus)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up