JawaPos Radar

Ganjar Minta Para Guru di Jawa Tengah Selipkan Pendidikan Antikorupsi

11/10/2018, 13:29 WIB | Editor: Dida Tenola
Ganjar Minta Para Guru di Jawa Tengah Selipkan Pendidikan Antikorupsi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka acara Road Show Bus KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Jelajah Negeri Bangun Anti korupsi di Balai Kota Semarang, Kamis (11/10). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpesan kepada para guru agar menyelipkan pendidikan antikorupsi dalam setiap mata pelajaran yang ada. Hal itu dia sampaikan saat membuka acara Road Show Bus KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Balai Kota Semarang, Kamis (11/10).

“Saya sudah berpesan kepada guru-guru kita (di Jateng), tidak perlu kurikulum khusus antikorupsi. Tapi hampir semua mata pelajaran itu bisa kita seseli (sisipkan) dengan pelajaran antikorupsi," ujar Ganjar.

Secara pribadi, Ganjar yakin bahwa apa yang ditanamkan sejak dini bakal terbawa sampai dewasa. Termasuk karakter antikorupsi.

Sementara media pelajarannya, bisa Pendidikan Agama, Kewarganegaraan, bahkan Fisika maupun Kimia sekalipun. Pendidikan antikorupsi luwes. Bisa melebur ke berbagai mata pelajaran.

Oleh sebab itu, kreativitas para pengajar sangat penting untuk memuluskan pendidikan antikorupsi masuk ke mata pelajaran. “Kenapa kami dorong dunia pendidikan, karena pendidikan adalah tempat edukasi yang paling penting dan secara formal setiap hari ada,” tambah politikus PDIP tersebut.

Di saat bersamaan, Ganjar juga mengapresiasi langkah KPK yang mau datang sendiri ke daerah-daerah untuk menyosialisasikan pembelajaran antikorupsi. Ditambah, adanya kampanye-kampanye antikorupsi yang inovatif.

“Ada kegiatan bermain, simulasi, hiburan, dan semua hal terkait pendidikan antikorupsi. Diharapkan dengan kegiatan ini akan muncul tindakan dan membangun kesadaran masyarakat terkait antikorupsi,” tambahnya.

Kendati demikian, Ganjar menilai bahwa KPK tidak bisa mengemban tugas itu semua sendirian. Baik pemerintah daerah maupun masyarakat harus mendukung lembaga antirasuah dalam upaya mitigasi korupsi.

"Maka mulai seniman dilibatkan, anak-anak, dan lain sebagainya. Sehingga lingkungan semua mendukung integritas dan seluruh proses menjadi bersih, sebenarnya itu sudah kampanye. Kami senang KPK datang sendiri, meskipun sebenarnya di internal, kami terus-menerus kampanye (antikorupsi),” lanjut Ganjar.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, integritas merupakan fondasi dalam rangka menyukseskan pembangunan. Tanpanya, pembangunan dalam sektor apa pun tak akan berjalan.

“Untuk itulah Road Show Bus KPK ini salah satu untuk menanamkan integritas antikorupsi kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kami sengaja mengundang banyak anak-anak karena kami ingin membangun fondasi karakter bangsa sejak dini,” katanya.

Semarang merupakan kota keenam yang disinggahi Road Show Bus KPK. Setiap singgah ke satu lokasi, selalu ada pertunjukan beragam aktivitas menarik. Misalnya berbagai macam permainan anak-anak soal antikorupsi, pemutaran film, hiburan hingga praktik menjadi penyidik cilik KPK.

“Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa KPK tidak hanya institusi penindakan saja. Namun kami ingin mendorong bagaimana upaya sosialisasi, mitigasi, dan berbagai upaya pendidikan antikorupsi dapat menjadi kesadaran bersama untuk menjadikan negeri ini semakin baik,” imbuh Alexander.

(gul/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up