JawaPos Radar

14 Budaya Riau Masuk WBTB Indonesia

11/10/2018, 13:07 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Warisan Budaya
Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim saat menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (10/10) malam. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 14 karya budaya di Riau ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Penetapan secara simbolis dilakukan dengan diserahkannya sertifikat WBTB dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid kepada Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim di Jakarta, Rabu (10/10) malam.

"Riau mendapatkan 14 karya budaya yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia tahun ini," kata Wan Thamrin di Pekanbaru, Kamis (11/10).

Adapun 14 karya budaya WBTB 2018 yang diterima Riau di antaranya, Silek (Silat) Tigo Bulan (Rokan Hulu), Ratik Bosa atau Ratik Togak (Rokan Hulu), Lukah Gilo Riau (Rokan Hulu), Ghatib Beghanyut (Siak), Syair Siak Sri Indrapura (Siak).

Kemudian Tari Gendong (Siak, Meranti, Bengkalis), Kayat Kuansing / Kayat Rantau Kuantan (Kuantan Singingi), Nandung Indragiri Hulu (Indragiri Hulu), Silat Pangean (Kuantan Singingi), Belian (Pelalawan), Basiacuong (Kampar), Pantun Atui (Kampar), Badondong (Kampar), Kotik Adat Kampar (Kampar).

Wan Thamrin menjelaskan, pelestarian warisan budaya perlu diperhatikan. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemangku kebudayaan. Hal itu seperti disampaikan Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Nadjamuddin Ramly.

Ada berbagai kondisi yang dihadapi warisan budaya. Salah satunya terancam punah dan warisan budaya di perbatasan rentan diklaim negara lain. Kurangnya pengawasan budaya tak benda berdampak pada hilangnya identitas sebagai bangsa yang berkebudayaan.

"Oleh karenanya, kami (kepala daerah) serta pemangku kebudayaan diminta untuk melakukan pembinaan warisan budaya tak benda sebagai kekuatan budaya dalam pembangunan berkelanjutan," bebernya.

Tentunya apresiasi yang sangat tinggi dirasakan para pemerintah daerah dengan adanya pengakuan dari pemerintah pusat terhadap budaya bumi Lancang Kuning. "Riau ini kaya dengan beragam budaya. Alhamdulillah diakui pemerintah. Tentu saja kami bersyukur atas khazanah budaya yang kami miliki," tuturnya.

Bahkan acara yang dilangsungkan di Gedung Kesenian itu dibuka dengan syair Siak Sri Indrapura yang dibawakan penyair asal Riau Winda Harniati. "Ia berhasil memukau sejumlah gubernur, bupati dan wali kota di Indonesia yang hadir pada penyerahan sertifikat WBTB. Penampilan syair Siak menjadi promosi khasanah budaya kami," pungkas Wan.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up