JawaPos Radar

Eksekusi Lahan Hak Pakai (HP) Pemkot 105 Solo

Halangi Proses Pembongkaran, Sejumlah Warga Diamankan Polisi

11/10/2018, 13:05 WIB | Editor: Dida Tenola
Halangi Proses Pembongkaran, Sejumlah Warga Diamankan Polisi
Alat berat membongkar bangunan di atas lahan hak pakai (HP) Pemkot 105 Solo, Kamis (11/10) (Ari Purnomo/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Sejumlah warga yang menempati lahan hak pakai (HP) Pemkot 105 Solo terpaksa diamankan oleh polisi, Kamis (11/10). Pasalnya,mereka dianggap telah menghalangi proses pembongkaran paksa yang dilakukan oleh tim gabungan. Selain mengamankan warga, tim juga mengevakuasi warga yang sempat tidak sadarkan diri. 

Sejak awal, proses pembongkaran paksa belasan hunian warga di HP 105 oleh tim gabungan, Satpol PP, kepolisian, dan TNI, berlangsung panas. Pembongkaran paksa belasan hunian ini menjadi tontonan warga yang tinggal di sekitar lokasi. 

Sejumlah warga dengan lantang menolak dan menghalangi petugas saat akan mengosongkan rumah. Bahkan aksi saling dorong sempat terjadi lantaran warga tetap menolak huniannya dirobohkan.

Halangi Proses Pembongkaran, Sejumlah Warga Diamankan Polisi
Seorang warga yang pingsan dievakuasi polwan. (Ari Purnomo/ JawaPos.com)

Awalnya, petugas memberi kesempatan kepada warga untuk mengosongkan sendiri huniannya. Akan tetapi, warga tidak peduli. Selanjutnya, petugas Satpol PP langsung mengosongkan dan memindahkan barang-barang milik warga di pinggir jalan depan rumah warga.

Saat pemindahan tersebut sejumlah warga melawan. "Mana surat perintah pengosongannya? Tunjukkan! Suratnya mana?" pinta Maria Yusnenny yang merupakan sekretaris paguyuban warga Demangan Jebres. 

 

Tetapi permintaan tersebut tidak diindahkan oleh petugas. Akhirnya warga yang melawan langsung diamankan pihak kepolisian. Sementara ada seorang warga yang terpaksa dievakuasi karena pingsan. Setelah mengamankan warga yang menghalangi, pengosongan rumah kembali dilakukan. 

Salah seorang warga, Siyem,64, mengatakan, warga menolak adanya penggusuran yang dilakukan oleh Pemkot. Selama ini Pemkot tidak pernah memberikan solusi sebagai ganti hunian mereka. "Terus kami mau tinggal di mana kalau dibongkar? Kami juga butuh tempat tinggal. Anak saya juga sedang sakit dan dirawat di Semarang," ucapnya.

 

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up