JawaPos Radar

Fami

Kasus Suap Suami Inneke, KPK Panggil Dua Dokter di Lapas Sukamiskin

11/10/2018, 13:05 WIB | Editor: Kuswandi
Fahmi Darmawansyah
Fahmi Darmawansyah bersama istri, Inneke Koesherawati saat menjalani sidang kasus korupsi satelit monitoring Bakamla RI (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan enyidikan terkait kasus yang melilit mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Kali ini, penyidik memanggil dua orang dokter di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut terhadap dua orang itu akan diperiksa sebagai saksi untuk Fahmi Darmawansyah (FD). "dr Dewi Musni Ayu dan dr R. Beny Benardi sebagai saksi diperiksa untuk tersangka FD," ujarnya pada awak media, Kamis (11/10).

Mantan aktivis ICW ini menuturkan, pemeriksaan terhadap dua dokter Lapas Sukamiskin berkaitan dengan kasus yang membelit Fahmi, yakni dugaan suap pada penyelenggara negara dalam pemberian izin, pemberian fasilitas maupun pemberian lainnya di Lapas Klas 1 Sukamiskin.

Untuk diketahui, KPK menetapkan Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husein yang baru menjabat sejak bulan Maret 2018 sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pemberian fasilitas, pemberian perizinan, maupun pemberian lainnya di Lapas Sukamiskin. Sebelum melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK telah melakukan serangkaian penyelidikan terkait kasus suap ini sejak April 2018 yang lalu.

Dari enam orang yang diamankan, KPK kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain Kalapas Sukamiskin Wahid Husein ada tiga pihak lain yakni Hendry Saputra, Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat yang turut ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagai pihak penerima, Wahid Husein dan Henry Saputra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan Fahmi, suami Inneke dan Andi Rahmat sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up