JawaPos Radar

Begini Kata Bareskrim Soal 'Bolak-balik' Gugatan Gunawan Jusuf

11/10/2018, 11:39 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Begini Kata Bareskrim Soal 'Bolak-balik' Gugatan Gunawan Jusuf
Bareskrim Polri (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pengusaha Gunawan Jusuf dinilai tengah mempermainkan hukum. Pasalnya sudah dua kali dia mencabut gugatan praperadilan dan kemudian mendaftarkan ya kembali ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/10) kemarin.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga menganggap ada kekosongan hukum karena tidak ada aturan beberapa kali praperadilan boleh dicabut oleh pemohon.

"Ini ada kekosongan hukum kok boleh begitu. Coba tanya ke Ketua PN, kok (main-mainkan hukum)," ujarnya, Rabu (10/10).

Kendati demikian, pihaknya tidak mau hilang fokus dan tetap memproses laporan kasus dugaan penggelapan dan pencucian uang itu. "Tersangka belum ditetapkan. (Gunawan Jusuf) baru mau dipanggil," sebut Daniel.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti berpendapat, permohonan dan pencabutan praperadilan berkali-kali dapat berimplikasi pada pendapat hakim yang menganggap pemohon tidak serius dengan permohonannya.

"Meski KUHAP tidak mengatur, tetapi kasus seperti ini terjad, dan polisi tetap harus profesional dan mandiri," tegasnya.

Sementara itu, mantan Hakim Agung P Gayus Lumbun mengatakan kejadian pencabutan gugatan berkali-kali seperti ini memang sering terjadi. Dia berharap Mahkamah Agung (MA) bisa menerbitkan aturan mengenai hal ini.

"SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) atau PERMA (Peraturan Mahkamah Agung) diharapkan bisa diterbitkan untuk mengatur adanya kepastian hukum demi kelancaran proses peradilan sebelum adanya revisi KUHAP terkait adanya pencabutan dan pengulangan pengajuan Praperadilan ini," tutur dia.

Lebih lanjut Gayus berpendapat, semestinya hakim Praperadilan yang menentukan pencabutan, bukan pihak pemohon. "Hakim sebagai judge made law karena tidak diatur di hukum acara secara jelas," tuturnya.

Sekadar informasi, Gunawan mendaftarkan kembali gugatannya terhadap proses penyidikan Bareskrim Mabes Polri ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin. Rencananua, sidang praperadilan perdana gugatan ketiga itu akan dipimpin hakim tunggal Achmad Guntur pada Senin (22/10) mendatang.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up