JawaPos Radar

Marak Angkutan Online, Mampukah Becak di Jakarta Bersaing?

11/10/2018, 10:50 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Marak Angkutan Online, Mampukah Becak di Jakarta Bersaing?
Becak tak bisa bersaing dengan maraknya angkutan umum di ibu kota (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Di tengah maraknya angkutan online keberadaan becak masih cukup diminati oleh sebagian kalangan. Para penarik becak itu masih banyak terlihat di wilayah Jakarta Utara, khususnya Kecamatan Penjaringan, meski seharusnya keberadaan mereka tidak diperbolehkan sesuai perda.

Salah satu penarik becak Sarkani, 51, mengatakan meski masih memiliki pelanggan dirinya tidak mampu bersaing dengan angkutan berbasis online itu. Karena dengan teknologi bisa mendapatkan pelanggan yang lebih banyak. Sementara pelanggannya hanya itu-itu saja.

"Tidak bisa kayaknya, kalau ojek online kalau dibel (diorder) langsung datang ke rumah. Kalau becak paling hanya yang berlangganan baru bisa datang kerumah, orangnya juga itu-itu saja," ungkap Sarkani saat ditemui JawaPos.com di Jalan K RW 9 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (11/10).

Sarkani juga menambahkan ketidakmampuannya bersaing dengan angkutan yang menggunakan bahan bakar minyak itu. Karena untuk becak, dirinya harus mengeluarkan tenaganya untuk mengayuh becak agar bisa beroperasi.

"Tidak mampu lah, kalau itu saingannya berat. Mereka pakai bensin, kalau kami cuma pakai tenaga saja. Modal kekuatan kaki saja," imbuhnya.

Dalam hal ini, Sarkani mengaku hanya mendapatkan hasil yang menurutnya cukup untuk makan sehari-hari. Ia pun terpaksa menjalani profesi sebagai penarik becak, karena dirinya tidak mempunyai kemampuan lain dalam bekerja.

"Pendapatan kurang, ya paling cukup untuk makan sehari-hari saja. Ya ini karena terpaksa, saya tidak bisa bekerja yang lain. Tapi walaupun terpaksa saya harus tetap bertahan, karena saya tidak mungkin dapat pekerjaan lain lagi," tuturnya.

Sementara Sarkani mempunyai harapan agar penghasilan yang didapatnya dari menarik becak dapat memenuhi kebutuhannya dan bisa untuk menabung. Jika kelak dibutuhkan ia dapat menggunakan uang dari hasil tabungannya.

"Harapan saya kedepannya penghasilan saya dengan menarik becak ini bukan hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tapi saya juga bisa nabung, dan juga bisa belikan anak saya mainan," ujarnya Sarkani.

Berbeda dengan Sarkani, penarik becak lainnya Seno, 35, seorang mengungkapkan dirinya sanggup untuk bersaing dengan teknologi yang lebih modern yaitu ojek online. Karena menurutnya rezeki sudah ada yang mengaturnya.

"Ya kalau bersaing mah pasti, tapi kalau rezeki kan sudah ada yang atur mas. Kalau sekarang tarifnya sudah lumayan, ada kenaikan. Tapi sewanya kurang," ucap Seno.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up