JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan

11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Gempa Sulawesi Tengah
Proses pencarian korban bencana di perumahan Balaroa, Kota Palu. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah 13 hari berlalu. Basarnas akhirnya memutuskan menghentikan proses pencarian dan evakuasi korban pada Kamis (11/10) ini.

"Operasi evakuasi kami akhiri, setelah itu kami hentikan. Namun kami tetap menyiagakan personel Basarnas dari kantor (Basarnas) Palu untuk melakukan asistensi. Bila mendapatkan laporan (korban) dari masyarakat, mereka akan melakukan evakuasi," ucap Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo melalui keterangan resmi yang diterima JawaPos.com di Makassar, Kamis (11/10).

Basarnas telah berupaya keras untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi. Terutama di lokasi-lokasi yang teridentifikasi adanya korban tertimbun.

Gempa Sulawesi Tengah
Proses pencarian korban bencana di perumahan Balaroa, Kota Palu. (Istimewa)

"Selama melakukan operasi, medan terberat terkonsentrasi pada lokasi-lokasi terdampak fenomena likuifaksi. Seperti Petobo dan Balaroa, Kota Palu dan Jono Oge, Sigi," ujar Bambang.

Di Jono Oge, personel kesulitan untuk melakukan evakuasi meskip dengan menggunakan alat berat. Medan berlumpur dan kondisi tanah labil menyulitkan alat berat untuk beroperasi di area terdampak. Melihat kondisi yang sulit, personel di lapangan sangat memperhatikan aspek keselamatan.

Bambang menggambarkan bagaimana tanah labil menjadi amblas ketika mereka menginjakkan kaki ke tanah. Estimasi untuk menyisir lokasi terdampak membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

Citra satelit menunjukkan bahwa luas area terdampak di Balaroa mencapai 47,8 hektare, Petobo 180 hektare, dan Jono Oge 202 hektare. Setelah operasi dinyatakan selesai, Basarnas menyerahkan kepada keputusan pemerintah daerah setempat terhadap para korban yang masih terkubur. Hari ini, sejumlah personel Basarnas di beberapa wilayah akan ditarik.

Dalam operasi pencarian, pertolongan dan evakuasi, Basarnas telah mengerahkan ratusan personel. Berdasarkan data Pospenas, total personel yang terlibat dalam upaya pencarian korban sebanyak 404 orang. Rinciannya, 154 personel Basarnas, 13 ABK SAR Wisanggeni, dan 11 ABK KM SAR Laksmana, ditambah 230 potensi personel.

Selasa (9/10) lalu, Basarnas berhasil mengevakuasi sebanyak 895 korban. Terdiri atas 809 korban tewas dan 86 korban selamat. Evakuasi korban tewas pada saat itu berjumlah 26 orang. Dengan rincian, di kota Palu sebanyak 20 korban, Sigi 4 korban, dan Donggala 2 korban.

Sementara hingga Rabu (10/10) kemarin, ditemukan 2.045 korban jiwa. Rinciannya, Kota Palu 1.636 korban, Donggala 171 korban, Sigi 222 korban, Parigi Moutong 15 korban, dan Pasangkayu di Sulawesi Barat (Sulbar) 1 kroban.

Semua korban meninggal telah dimakamkan, baik secara massal maupun di pemakaman keluarga. Korban luka mencapai 10.679 orang. Dengan rincian 2.549 korban luka berat dan 8.130 korban luka ringan.

Editor           : Sofyan Cahyono
Reporter      : (rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 11 Oktober 2018, 09:45:21 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up