JawaPos Radar

Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan

11/10/2018, 09:45 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gempa Sulawesi Tengah
Proses pencarian korban bencana di perumahan Balaroa, Kota Palu. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah 13 hari berlalu. Basarnas akhirnya memutuskan menghentikan proses pencarian dan evakuasi korban pada Kamis (11/10) ini.

"Operasi evakuasi kami akhiri, setelah itu kami hentikan. Namun kami tetap menyiagakan personel Basarnas dari kantor (Basarnas) Palu untuk melakukan asistensi. Bila mendapatkan laporan (korban) dari masyarakat, mereka akan melakukan evakuasi," ucap Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo melalui keterangan resmi yang diterima JawaPos.com di Makassar, Kamis (11/10).

Basarnas telah berupaya keras untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi. Terutama di lokasi-lokasi yang teridentifikasi adanya korban tertimbun.

Gempa Sulawesi Tengah
Proses pencarian korban bencana di perumahan Balaroa, Kota Palu. (Istimewa)

"Selama melakukan operasi, medan terberat terkonsentrasi pada lokasi-lokasi terdampak fenomena likuifaksi. Seperti Petobo dan Balaroa, Kota Palu dan Jono Oge, Sigi," ujar Bambang.

Di Jono Oge, personel kesulitan untuk melakukan evakuasi meskip dengan menggunakan alat berat. Medan berlumpur dan kondisi tanah labil menyulitkan alat berat untuk beroperasi di area terdampak. Melihat kondisi yang sulit, personel di lapangan sangat memperhatikan aspek keselamatan.

Bambang menggambarkan bagaimana tanah labil menjadi amblas ketika mereka menginjakkan kaki ke tanah. Estimasi untuk menyisir lokasi terdampak membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

Citra satelit menunjukkan bahwa luas area terdampak di Balaroa mencapai 47,8 hektare, Petobo 180 hektare, dan Jono Oge 202 hektare. Setelah operasi dinyatakan selesai, Basarnas menyerahkan kepada keputusan pemerintah daerah setempat terhadap para korban yang masih terkubur. Hari ini, sejumlah personel Basarnas di beberapa wilayah akan ditarik.

Dalam operasi pencarian, pertolongan dan evakuasi, Basarnas telah mengerahkan ratusan personel. Berdasarkan data Pospenas, total personel yang terlibat dalam upaya pencarian korban sebanyak 404 orang. Rinciannya, 154 personel Basarnas, 13 ABK SAR Wisanggeni, dan 11 ABK KM SAR Laksmana, ditambah 230 potensi personel.

Selasa (9/10) lalu, Basarnas berhasil mengevakuasi sebanyak 895 korban. Terdiri atas 809 korban tewas dan 86 korban selamat. Evakuasi korban tewas pada saat itu berjumlah 26 orang. Dengan rincian, di kota Palu sebanyak 20 korban, Sigi 4 korban, dan Donggala 2 korban.

Sementara hingga Rabu (10/10) kemarin, ditemukan 2.045 korban jiwa. Rinciannya, Kota Palu 1.636 korban, Donggala 171 korban, Sigi 222 korban, Parigi Moutong 15 korban, dan Pasangkayu di Sulawesi Barat (Sulbar) 1 kroban.

Semua korban meninggal telah dimakamkan, baik secara massal maupun di pemakaman keluarga. Korban luka mencapai 10.679 orang. Dengan rincian 2.549 korban luka berat dan 8.130 korban luka ringan.

(rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 11/10/2018, 09:45 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 11/10/2018, 09:45 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 11/10/2018, 09:45 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 11/10/2018, 09:45 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 11/10/2018, 09:45 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 11/10/2018, 09:45 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 11/10/2018, 09:45 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up