JawaPos Radar

Dini Hari Jatim Diguncang Gempa, BNPB: Guncangan Terkuat di Sumenep

11/10/2018, 09:02 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Gempa Bali dan Jatim
Penampakan gapura yang rubuh akibat gempa jatim dan Bali dini hari 6,3 SR. Tiga warga Sumenep, Madura dipastikan meninggal dunia akibat kejadian ini. (BNPB)
Share this image

JawaPos.com - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 SR yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,3 SR oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10) pukul 01.57 WIB. Guncangan kuat terasa di seluruh wilayah Jawa Timur.

Adapun wilayah tersebut antra lain Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten/Kota Malang, Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kabupaten/Kota Mojokerto.

Kapusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa menyeluruh dirasakan sedang selama 2-5 detik. Masyarakat yang tengah tertidur pun merasa panik dan berlarian karena guncangan gempa.

“Guncangan gempa paling kuat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Hingga ada 3 korban jiwa,” ujar Sutopo melalui keterangan tertulis pada JawaPos.com, Kamis (11/10).

Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan. Artinya gempa dirasakan ringan hingga sedang. Secara umum tidak banyak dampak kerusakan akibat gempa.

Posko BNPB terus memantau perkembangan dampak gempa dan penanganannya. Sebagaimana diketahui, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Ketiganya adalah Nuril Kamiliya, laki-laki, 7, warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep, Madura. Kemudian, Nadhar, perempuan, 55, warga dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep, Madura. Serta seorang laki-laki Dewasa yang masih identifikasi, warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep, Madura. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up