JawaPos Radar

Anies Akan Ajukan Revisi Perda Soal Becak, Prasetio: Ini Kemunduran

11/10/2018, 08:55 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Anies Akan Ajukan Revisi Perda Soal Becak, Prasetio: Ini Kemunduran
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai revisi perda soal becak terlalu tergesa-gesa. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Peraturan Daerah 8/2007 tentang Ketertiban Umum yang ingin direvisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sepertinya menimbulkan pro kontra. Salah satunya, bagi Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

Pras melihat rencana yang dilakukan Anies adalah kemunduran bagi Jakarta. Langkah yang diambil Anies nyatanya kurang tepat karena Jakarta tengah fokus dengan moda transportasi modern seperti Light Rapid Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Bus Rapid Transit (BRT).

"Bajaj yang tadinya ada asapnya, sekarang sudah pakai gas, nggak ada asapnya. Kalau bajaj markir bareng becak kebayang kekumuhannya kayak apa? Ini kemunduran," tutur Pras di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (10/10).

Pras mengakui Anies tergesa-gesa dalam menyatakan hal tersebut. Dirinya menyatakan memang menolak keras adanya becak kembali beroperasi secara aktif karena tidak sesuai dengan masyarakat jaman ini.

Bahkan soal parkir, yang dipastikan Anies becak akan tertib, namun Pras tidak yakin akan hal itu. Menurutnya sebagaimana tukang kopi keliling yang berkeliaran di jalan, becak pun akan menyebar di jalan-jalan Jakarta.

“Bisa memastikan nggak kalau diatur wilayahnya itu bakal tertib? Contoh soal, itu Bunderan HI saja, sampai hari ini, coba lihat jam 10 malam. Tukang kopi keliling kan mutar-mutar di situ. Itu kan ibu kota. Itu saja nggak bisa diberesin. Apalagi yang begitu (becak),” tegasnya.

Maka dari itu, ke depan Pras ingin menolak usulan Anies mempertahankan payung hukum untuk becak. Sebab, adanya becak hanya menambah kemacetan dan keramaian Jakarta. Lebih lanjut, dia menilai kehadiran becak akan menambah tingkat kemacetan dan kesemrawutan di jalanan ibukota. 

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up