JawaPos Radar

Pilpres 2019

Kampanye Tahap Awal, Deddy Mizwar Sarankan Ma'ruf Amin Sering ke Pasar

11/10/2018, 08:52 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kampanye Tahap Awal, Deddy Mizwar Sarankan Ma'ruf Amin Sering ke Pasar
Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Deddy Mizwar yang merupakan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf memiliki pengalaman dalam membaca kondisi Jawa Barat. Pengalamannya sebagai wakil gubernur pada periode 2013-2018 itu dapat menjadi dasar bagi cawapres nomor urut 01 untuk memetakan tanah pansundan.

Pria yang pernah memerankan Jenderal Naga Bonar itu menyebut, Jawa Barat menjadi salah satu fokus utama dalam kampanye tahap awal. Apalagi potensi suara di provinsi itu cukup besar.

Untuk itu pihak TKN Jokowi-Ma'ruf mapping atau pemetaan wilayah kampanye. Wilayah selatan dan utara Jawa Barat akan dikunjungi secara bergantian.

Kampanye Tahap Awal, Deddy Mizwar Sarankan Ma'ruf Amin Sering ke Pasar
Capres-cawapres nomor 01, Jokowi-Ma'ruf Amin (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Jawa Barat bagian Selatan yang membentang dari Bogor hingga wilayah priangan timur akan menjadi target di tahap pertama. Dengan cara ini diharapkan dapat mengefektifkan kampanye.

"Nanti Pak Kiai kunjungi mulai November di Jawa Barat. Baru dibahas detail. Biar efektif kedatangan beliau di titik-titik mana, sehingga tepat sasaran," ujar aktor yang kerap disapa Demiz itu di Jalan Situbondo Nomor 12 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/10).

Untuk lebih detailnya gerakan kampanye dari timses capres nomor 01 ini, kata Deddy, pihaknya akan berapat lagi pada November mendatang.

Menurut mantan wagub Jabar itu, Kiai Ma'ruf Amin harus keluar dari zona nyamannya sebagai ulama. Langkah itu dipilih supaya mendapatkan pemilih lebih banyak lagi. Terutama dari luar golongan santri dan ulama. Makanya ketua MUI nonaktif itu harus banyak berkunjung di luar pondok pesantren. Seperti pasar, ketemu kiai, pelaku UMKM atau petani. "Yang penting semua frame nawacita," lanjut Demiz.

Demiz mengklaim program yang ditawarkan oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf akan berbeda-beda di setiap daerah. Karena tiap wilayah memiliki karakteristik permasalahannya sendiri.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up