JawaPos Radar

Tega Bakar Darah Daging, Seorang Ibu di Sangihe Jadi Tersangka

11/10/2018, 05:10 WIB | Editor: Estu Suryowati
Tega Bakar Darah Daging, Seorang Ibu di Sangihe Jadi Tersangka
ILUSTRASI. Seorang anak menjadi sasaran emosi orang tuanya. Tubuhnya melepuh terbakar. (Idham Ama/Fajar/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang ibu asal Sangihe berinisial OG ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membakar anak kandungnya sendiri. Kasus pembakaran itu terjadi pada Rabu (12/9), di Kampung Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.

Kasat Resrim Iptu Denny Tampenawas mengatakan, OG ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

"Akhirnya OG yang tak lain ibu kandung korban, ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya ditingkatkan ke sidik," tegas Tampenawas, dikutip dari Manado Post (Jawa Pos Group), Kamis (11/10).

Kendati berstatus tersangka, OG tidak langsung ditahan. Tampenawas mengatakan, penahanan terhadap OG menunggu proses pemeriksaan selesai.

Namun, tambahnya, jika ada pembuktian yang cukup atau lebih banyak lagi, akan dilakukan penahanan terhadap tersangka. Diberitakan sebelumnya, seorang siswi kelas IV SD Pintareng berinisal JAGM ditemukan dalam keadaan terbakar di dalam dapur rumah, Rabu (12/9) pukul 07.30.

Menurut keterangan saksi Magdalena Bawengeng, 70, warga setempat, awalnya saksi bersama tersangka pagi itu hendak memasak makanan. Saat itu tersangka menanyakan keberadaan pisau dapur kepada anak-anaknya, korban dan DM, 7. Namun, kedua anaknya mengaku tidak tahu.

"Saat itu dia (tersangka, Red) langsung memarahi kedua anaknya," cerita saksi.

Kemudian, pukul 07.30 saksi melihat kedua anak ini hendak mengambil piring untuk makan. Namun dilarang oleh tersangka. Tersangka pun mengambil pelepah kelapa yang sudah kering, dan langsung memukul kedua anak tersebut secara bergiliran.

"Setelah itu, dia mengambil sebuah ember yang berisi minyak tanah dan menyiramkan minyak tersebut kepada kedua anaknya. Saya saat melihat langsung ketakutan sehingga langsung pergi dan duduk di teras rumah. Saat itu Kesi dan Dev saya dengar masih menangis," tuturnya.

Tak berselang lama, saksi mendengar anak-anak SD berteriak dari arah jalan bahwa bocah kelas 4 SD tersebut sedang terbakar di dapur rumah. Hal itu terlihat karena samping dapur rumah korban terlihat jelas dari jalan raya.

Saksipun masuk ke dapur dan melihat korban sudah duduk di kursi plastik dan hampir seluruh tubuhnya menderita luka bakar. "Ketika saya sampai, saat itu ibu korban sementara menggosokkan buah tomat ke badan Kesi," ungkap Magdalena.

Mengetahui kejadian itu, Kapitalaung (Kepala Desa) Pintareng Rine Tumei datang ke rumah dan membawa korban ke Puskesmas Pintareng.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up