JawaPos Radar

Doktrin Anti-Jokowi, Guru SMA 87 Sering Singgung Politik Saat Mengajar

11/10/2018, 06:55 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Doktrin Anti-Jokowi, Guru SMA 87 Sering Singgung Politik Saat Mengajar
Guru Agama di SMA 87 diduga doktrin siswanya mengenai anti-Jokowi (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang guru Pendidikan Agama di SMAN 87 Jakarta berinisial N, viral setelah percobaannya untuk mendoktrin siswanya agar tidak memilih salah satu pasangan dalam Pilpres 2019. Bawaslu Jakarta Selatan juga sudah melakukan penelusuran atas kasus itu.

Dalam hal ini, ternyata sang guru acap kali membicarakan tentang politik dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat mata pelajarannya. Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Patra Patriah selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 87 Jakarta, Rabu (10/10).

"Ada murid yang mengatakan beliau memang suka (ngomong) politik. Nah politik di sini kan saya tidak paham, tidak bersinggungan dalam kelas ketika dia mengajar," ucapnya, saat ditemui di SMAN 87, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Sementara pihak sekolah masih menunggu terkait sanksi yang akan diberikan oleh pihak yang berwenang atas doktrin yang dilakukan N saat sedang mengajar. "Untuk sanksi kami masih menunggu karena bukan kewenangan kami," kata Patra.

Saat ini, Patra mengaku baru melayangkan surat teguran dan salinan surat pernyataan permintaan maaf yang dibuatnya. "Sejauh ini, baru hari ini surat-menyurat terkirim (ke alamat guru yang bersangkutan)," ujar Kepsek SMAN 87

Sebelumnya, Patra juga mengakui pendoktrinan yang dilakukan N adalah hal yang salah. Hal itu terungkap setelah dilakukan penelusuran dan memintai keterangan kepada yang bersangkutan. 

"Ketika ada pengaduan berarti kan ada masalah. Saya sampaikan kepada yang bersangkutan demikian," ujarnya Parta.

Seperti diketahui viral di media sosial mengenai seorang guru yang melakukan doktrin anti-Jokowi kepada siswa didiknya. Hal itu terjadi di SMAN 87 Jakarta. Bawaslu Jakarta Selatan dan Dinas Pendidikan pun telah melakukan penelusuran terkait hal itu.

Bahkan guru berinisial N, juga telah membuat surat pernyataan permintaan maaf kepada pihak-pihak terkait yang merasa telah dirugikan.

(ce1/dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up