JawaPos Radar

Pembunuh Pemandu Karaoke Sunan Kuning Dituntut Hukuman 10 Tahun

10/10/2018, 22:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pemandu Karaoke
Dicky C. Putra, pelaku pembunuh pemandu karaoke (PK) Wisma Mr. Classic saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Barat, Sabtu (15/9). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - D, 16, pelaku pembunuhan terhadap Pemandu Karaoke (PK) lokalisasi Sunan Kuning dituntut hukuman 10 tahun penjara. Pada sidang yang berlangsung tertutup di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (10/10), jaksa menyebut terdakwa telah melakukan pembunuhan didahului kejahatan lain.

Kuasa Hukum Terdakwa, Didik Simon mengatakan, Jaksa Penuntut Umum Zahri Aeniwati pada sidang yang dipimpin Hakim Tunggal Fathurrokman, menyebut perbuatan terdakwa memenuhi unsur yang tertuang pada Pasal 339 KUHP. Bukan pembunuhan berencana seperti yang diatur dalam Pasal 340.

"Tuntutannya 10 tahun. Pertimbangannya, pembunuhannya terbukti sama merampas handphone-nya korban. Karena ada perampasan itu, jadinya bukan (Pasal) 340," ujar Simon.

Pemandu Karaoke
Lokasi kejadian tempat Dicky membunuh korban sempat ramai dipenuhi warga. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Kendati demikian, Simon berujar bahwa pihaknya akan melakukan pembelaan pada sidang yang akan digelar Kamis (11/10) besok ini. Menurutnya, klientnya tak sepatutnya dituntut hukuman kurung selama itu.

"Poin pertama karena pembunuhan ini seharusnya bisa dicegah. Saksi kemarin bilang sempat mendengar suara minta tolong. Tetapi kok didiamkan saja, padahal berulang-ulang," sambungnya.

Kedua, yakni sesuai penuturan salah seorang saksi, bahwa ada peraturan soal wajib lapor bagi para penghuni kawasan resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning ini manakala menerima tamu di atas jam 23.00 Wib. Menurut Simon, pembunuhan bisa dicegah manakala pada saat itu korban melapor ke pihak keamanan.

"Ketiga, terdakwa sudah mengakui perbuatan, berjanji tidak mengulangi, menyesal, bersikap sopan. Seharusnya ini kan jadi hal-hal meringankan tapi oleh jaksa tak dimasukkan dalam pertimbangan tuntutan. Saya akan sampaikan itu," cetusnya.

Seperti diketahui, D, 16, warga Babankerep, Ngaliyan diciduk pada Sabtu (15/9) dini hari oleh petugas gabungan Polsek Semarang Barat, Polsek Ngaliyan, serta Polrestabes Semarang di kediamannya. 

Dirinya diringkus lantaran terbukti menjadi tersangka di balik tewasnya Ayu Sinar Agustin alias Ninin, 23. Warga Patebon, Kendal yang berprofesi sebagai PK itu ditemukan tak bernyawa di kamar tempatnya bekerja, Wisma Karaoke Mr Classic, Gang 3 Lokalisasi Argorejo, Semarang, Kamis (13/9).

D diketahui menghabisi nyawa Ninin dengan cara mencekik bagian leher hingga kehabisan nafas setelah memakai jasanya. Sebelum menyiramnya memakai oli bekas guna menghilangkan jejak dan melarikan satu unit handphone milik korban. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up