JawaPos Radar

Gempa Sulteng

Besok Evakuasi Berakhir, Rumah Zakat Tetap Lanjutkan Kerja Relawan

10/10/2018, 22:17 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Relawan Rumah Zakat
Relawan Rumah Zakat saat bahu membahu bersama TNI untuk melakukan evakuasi sejumlah jenazah korban gempa dan tsunami di Sulteng. (Rumah Zakat for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Besok Kamis (11/10) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengakhiri masa pencarian dan evakuasi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Itu berdasarkan standar Search & Rescue BNPB, yakni 7 hari ditambah 3 hari dari terjadinya bencana.

Perpanjangan menjadi 14 hari, yang berakhir pada 11 Oktober, adalah hasil konsultasi yang dilakukan BNPB sebelumnya berdasarkan berbagai pertimbangan.

Menanggapi hal ini, CEO Rumah Zakat Nur Efendi menyampaikan bahwa timnya masih akan berada di lokasi dan melanjutkan ke tahap pemulihan.

“Kami telah menyusun rencana keberlanjutan penanggulangan bencana pada fase transisi sampai fase rehabilitasi rekonstruksi, diantaranya berupa pelayanan sekolah darurat, penyediaan huntara, penyediaan sarana sanitasi, pembangunan mesjid, serta pemberdayaan ekonomi yang diharapkan mampu mendukung pemulihan lebih cepat,” terang Nur Effendi.

Sejak hari pertama bencana gempa dan tsunami yang menimpa Donggala, Palu, Sigi dan sekitarnya tim Rumah Zakat telah diberangkatkan untuk melakukan tugas-tugas evakuasi, asesmen cepat, pelayanan medis, pelayanan psikososial, bantuan logistik dan Superqurban (daging dalam kalender siap makan), serta pelayanan dapur umum bagi para pengungsi.

“Saat ini kami telah menerjunkan 45 tim evakuasi, 11 tim medis, 3 unit mobil ambulans dan 1 unit mobil klinik,” tambah Irvan Nugraha, Chief Marketing Officer Rumah Zakat.

Pada hari Rabu (10/10), BNPB dan masyarakat akan memutuskan apakah setelah tanggal 11/10 akan terus dilanjutkan pencarian dan evakuasi. Hal ini mengingat banyaknya korban yang masih terkubur (hilang) dan ada desakan dari masyarakat untuk meneruskan pencarian.

Meski teorinya, setelah 14 hari jenazah akan sulit dikenali dan jika pencarian dilanjutkan akan membahayakan tim evakuasi mengingat penyakit yang akan timbul.

Di pihak lain, Timwas Bencana Sulawesi dan NTB dikabarkan telah dibentuk oleh Rapat Pimpinan DPR RI dan tinggal menunggu penetapan dalam Rapat Paripurna terdekat. Tim ini diharapkan segera bekerja cepat mengawasi kerja pemerintah di Sulawesi Tengah - sebagaimana gempa di NTB - yang dinilai belum optimal. 

Seperti diperkirakan, jumlah korban meninggal dan hilang di Sulawesi Tengah membengkak lebih besar daripada yang sering diberitakan. Dari sumber Kepala Penerangan Kogasgabpad Sulawesi Tengah Kol. Inf. Muhammad Thohir, per Senin (8/10) korban meninggal dunia 1.944 jiwa dan dimakamkan di 5 titik penguburan yang tersebar, hilang 683, tertimbun 152 serta luka-luka 2.549 orang. Adapun penduduk yang mengungsi berjumlah 74.444 jiwa yang tersebar di 141 titik dengan jumlah rumah rusak sebanyak 65.773 unit.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up