JawaPos Radar

Gunung Salak Erupsi, Hoax! Ini Penjelasan PVMBG

10/10/2018, 22:04 WIB | Editor: Imam Solehudin
Gunung Salak
Ilustrasi Gunung. PVMBG memastikan aktivitas Gunung Salak hingga hari ini (10/10) masih terpantau normal. Tak ada erupsi seperti kabar yang belakangan beredar. (Dok.Jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membantah kabar yang menyebut Gunung Salak mengalami erupsi. Hingga hari ini (10/10) aktivitas di gunung tersebut masih terpantau normal.

Sebelumnya, beredar kabar mengenai informasi satelit yang mengindikasikan adanya erupsi di Gunung Salak. Kabar tersebut mulai ramai di jejaring sosial sejak sore tadi.

Berdasar PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tidak ada tanda-tanda erupsi Gunung Salak. Baik itu hujan abu vulkanik, ataupun suara dentuman di wilayah puncak Gunung Salak dan sekitar lerengnya. Misalnya, di wilayah Taman Nasional Cidahu.

“Dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini Gunung Salak tidak mengalami erupsi. Gunung Salak saat ini masih berada pada tingkat aktivitas Level I (normal),” ujar Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Harry Tirto melaporkan hasil pantauan PVMBG melalui keterangan tertulis, Rabu (10/10).

Herry meminta masyarakat tidak perlu mempercayai kabar atau informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas. “Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” katanya.

Berikut selengkapnya hasil pemantauan terkini PVMBG terkait aktivitas Gunung Salak:

1. Pengamatan visual Gunungapi Agung selama bulan Oktober 2018 pada umumnya cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah Barat. Suhu udara sekitar 17,5-31 derajat celcius Kelembaban 57-88 persen. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 100 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis. Pemantauan visual pada sore hari hingga saat ini Gunung Salak umumnya tertutup kabut dan cuaca hujan.


2. Pemantauan kegempaan selama bulan Oktober 2018 ini merekam 23 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2-9 mm dan lama gempa 15-70 detik. 11 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 2 - 10 mm dan lama gempa 8-23 detik. 4 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 2-21 mm, S-P 5 - 9 detik dan lama gempa 17-78 detik.

73 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 1-23 mm, S-P 10,5-75 detik dan lama gempa 33-430 detik. Rekaman gempa pada tanggal 10 Oktober 2018 hingga pukul 20.00 WIB tidak teramati peningkatan kegempaan di Gunung Salak.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up