JawaPos Radar

Indonesia-Malaysia Tandatangani Kesepakatan Batas Negara Bagian Timur

10/10/2018, 21:43 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Indonesia-Malaysia Tandatangani Kesepakatan Batas Negara Bagian Timur
Indonesia-Malaysia tentikan batas negara bagian timur. (Siti Fatonah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Persidangan The Joint Indonesia Malaysia (JIM) ke-42 menghasilkan satu kesepakatan batas negara bagian Timur Indonesia. Acara tersebut digelar kementerian dalam negeri bersama pemerintah Malaysia di El Royale Hotel, Bandung, Rabu (10/10).

Ketua Delegasi Indonesia Hadi Prabowo bersama Ketua Delegasi Malaysia Dato' Tan Yew Chong, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Air, Tanah dan Sumber Asli hadir dalam acara ini. Dalam hal ini Ketua Delegasi Indonesia mendapat kepercayaan menjadi pimpinan Persidangan JIM ke-42 atas persetujuan Ketua Delegasi Malaysia.

Menurut Hadi, JIM ke-42 merupakan pembahasan batas negara antara Indonesia dan Malaysia pada sektor Timur. Acara tersebut berjalan lancar dan diwarnai semangat persaudaraan dan suasana yang bersahabat.

"Akhirnya mampu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan, dan yang lebih khusus bahwa kami duduk juga berupaya saling menguntungkan kedua negara. Akhirnya kami sepakati di sektor timur," kata Hadi di El Royale Hotel Bandung, Rabu (10/10).

Sebanyak 3 agenda prioritas yang menjadi capaian kinerja kedua pihak dalam proses penegasan batas dan survei barsama. Diantaranya laporan kegiatan bersama survei 2016-2018, perkembangan penyelesaian Outstanding Boundary Problem (OBP) dua dan penandatangan MoU ke-21 pada 3 segmen area prioritas, di Kalimantan Utara Sabah dan Kalimantan Barat (Sarawak).

"Artinya bahwa Malaysia sudah memahami untuk tidak jadi OBD. Hari ini MoU sudah ditandatangani namun untuk dua OBD itu sudah selesai," ujarnya.

Perihal target 2020, pihaknya akan terus berupaya untuk menyelesaikan batas negara antara Indonesia-Malaysia. Hak itu juga dalam skala prioritas.

"Kami berupaya menyelesaikan dan tentunya kami harapkan dengan beberapa catatan harus diprioritaskan. Kami akan selesaikan sektor Barat setelah Sektor Timur selesai," ungkapnya.

Walaupun sudah ditetapkan target pada 2020, pihak Indonesia akan berupaya lebih cepat dan lebih baik. Karena kendala di lapangan selama ini yakni garis batas. Maka Indonesia- Malaysia memiliki keyakinan untuk menyelesaikan batas negara tersebut.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up