JawaPos Radar

Doktrin Guru Agama Anti-Jokowi, Kepsek SMA 87: Pembelajaran Buat Kami

10/10/2018, 21:22 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Doktrin Guru Agama Anti-Jokowi, Kepsek SMA 87: Pembelajaran Buat Kami
Oknum guru di SMAN 87 diduga mendoktrin siswanya anti-Jokowi. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang guru Pendidikan Agama di SMAN 87 Jakarta, berinisial N mendapatkan teguran keras dari Kepala Sekolah. Pasalnya N diduga mendoktrin siswa untuk anti-Jokowi pada saat jam pelajaran. Kasus ini muncul setelah percekapan orang tua siswa viral di media sosial. 

Kepala Sekolah SMAN 87 Jakarta Patra Partria mengatakan pihaknya sudah memberikan teguran kepada guru yang bersangkutan. Sehingga diharapkan peristiwa tersebut tidak terulang lagi ke depannya.

"Saya sampaikan bahwa ibu adalah salah dalam hal ini. Dan beliau menerima dan meminta maaf kepada saya," ucap Patra Patria, saat ditemui di SMAN 87 Jakarta, Jalan Mawar II, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Ia juga mengambahkan bahwa sang guru sudah mengakui kesalahan dan menyesali perbuatannya. Dalam hal ini, Patra pun menjelaskan dirinya mempunyai hak untuk membina guru tersebut.

"Maka tugas saya membina guru tersebut. Tertuanglah dalam buku pembinaan ditanda tangani dan disaksikan oleh wakil-wakil saya," jelasnya.

Sementara Patra mengungkapkan peristiwa ini merupakan suatu pembelajaran bagi keluarga besar SMAN 87 Jakarta. "Mungkin ini adalah suatu pembelajaran buat kami, saya sudah melaksanakan tugas sesuai aturan. Guru tersebut sudah kita BAP," ungkap Patra.

Selain itu Patra menerangkan bahwa dirinya tidak memiliki hak dalam memberikan sanksi terhadap guru tersebut. Namun sesuai dengan PP No. 53 Tahun 2010, yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi.

Patra mengaku dirinya sudah melakukan laporan kepada Suku Dinas (Sudin) Jakara Selatan 1 dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dalam hal ini, sang guru masih tetap mengajar seperti biasanya. Namun sebelumnya sang guru sempat tidak mengakui perbuatannya dalam mendoktrin siswanya.

"Atas pertanyaan-pertanyaan saya terhadap guru tersebut, dia tidak mengakui dan di sini saya bersikap netral. Tapi kan tetap saja, ada asap pasti ada api, tidak ada masalah bila belum ada pengaduan," ujarnya.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up