JawaPos Radar

Harus Bijak, Sehari Rata-rata Habiskan 3 Jam Bermedsos

10/10/2018, 21:15 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Harus Bijak, Sehari Rata-rata Habiskan 3 Jam Bermedsos
Talkshow Literasi Media edukasi bicara baik dan bijak bermedsos bersama Divisi Humas Mabes Polri di Kota Padang, Rabu (10/10). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Demam media sosial (medsos) menyasar berbagai kalangan dengan rentang usia berbeda. Nyaris, 52 persen penduduk Indonesia aktif bermedsos. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya.

Tingginya animo masyarakat berselancar di internet berpotensi besar terhadap penyebaran informasi bohong alias hoaks. Seperti ujaran kebencian, SARA, dan sebagainya tak kalah ramai bertebaran di medsos. Kondisi ini jika dibiarkan larut, dapat berdampak terhadap keutuhan NKRI.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Syamsi mengatakan, dari hasil yang dirilis Mabes Polri, perkembangan teknologi menyita waktu masyarakat hampir 3,5 jam sehari dalam mengakses medsos dan internet. Bahkan, data mengungkapkan, sekitar 132 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet.

"Dari jumlah itu, 129 juta jiwa punya akun medsos aktif. Rata-rata, 3,5 jam waktu masyarakat habis untuk akses internet," kata Kombes Pol Syamsi di sela-sela kegiatan literasi media bertema "Edukasi bicara baik dan bijak bermedsos" bersama Divisi Humas Mabes Polri di Kota Padang, Rabu (10/10).

Syamsi menerangkan, pesatnya perkembangan teknologi sebetulnya memiliki sisi positif untuk kemajuan suatu bangsa. Namun juga bisa berdampak negatif dan memecah belah bangsa. Kondisi berkaca pada beberapa waktu terakhir.

"Banyak informasi menyesatkan yang berujung keresahan. Adu domba,  fitnah, propaganda dan mengandung unsur provokatif. Karena itu, kami di kepolisian sudah membentuk tim Cyber untuk memantau akses-akses yang menyesatkan tersebut," katanya.

Dalam kegiatan yang dihadiri pelajar, mahasiswa serta awak media Sumbar itu, Syamsi mengajak seluruh pihak ikut terlibat dalam mencegah peredaran berita-berita hoaks di medsos dan internet. Dengan kata lain, jangan ikut terlibat menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Jangan asal posting. Mencegah hoaks berarti menjaga keutuhan Indonesia. Ini butuh peran bersama," kata Syamsi.

Kepala Analisis Kebijakan Devisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Slamet Pribadi mengatakan, setiap masyarakat, apalagi yang aktif di medsos, perlu memberikan edukasi terhadap penggunaan medsos itu sendiri. 

"Perkembangan teknologi mengalami revolusi terhadap informasi yang diterima masyarakat. Positifnya, informasi bisa cepat diterima dan memudahkan interaksi manusia," terangnya.

Namun, sisi negatifnya tak kalah kuat. Pengguna medsos dan internet bahkan cenderung memanfaatkan kondisi itu untuk melanggar aturan hukum dan tindakan kriminal. Ada yang bentuknya hoaks, penipuan dan sebagainya.

"Konten kebencian, pornografi, fitnah, berita bohong juga menimbukan gangguan kantibmas," kata Slamet Pribadi.

Slamet mengimbau semua lapisan masyarakat untuk bijak bermedsos. "Pastikan kebenaran suatu infomasi. Jangan terpengaruh hoaks," tegasnya.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up