JawaPos Radar

Harga Pertamax Cs Naik, Kubu Prabowo: Kami Perkirakan Harga Tempe Naik

11/10/2018, 02:05 WIB | Editor: Kuswandi
Ahmad Muzani
Ahmad Muzani, saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Igman/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO menjadi sorotan. Pertimbangan pemerintah untuk menaikan bahan bakar non subsidi itu diketahui untuk mengikuti mekanisme pasar.

Menanggapi hal itu, Ahmad Muzani selaku Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai, naiknya bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Cs dinilai bakal diikuti dengan kenaikan harga tempe dan tahu. Sebab keputusan menaikan BBM itu diikuti dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang terus melemah.

"Kami perkirakan harga tempe tahu juga akan naik lagi karena bahan dasar tempe tahu adalah kedelai yang kedelai nya rata-rata adalah hasil impor dari negara lain yang dibeli dengan dolar dan dijual dengan rupiah," ujar Muzani dalam acara peluncuran buku 'Menjemput Perubahan Jakarta' karya Pius Lustrilanang di Rumah Djoeang, Jakarta, Rabu (10/10).

Bukan hanya tempe dan tahu, klaim Muzani, seluruh barang-barang kebutuhan impor yang dibeli dengan dolar dan dijual dengan rupiah juga akan mengalami kenaikan. Oleh sebab itu, ia menilai beban rakyat akan semakin berat akibat adanya hal tersebut.

"Sekali lagi beban rakyat akan semakin berat akibat dari melemahnya rupiah terhadap dolar," ungkapnya.

Karena itu, Muzani bersama dengan tim pemenangan Prabowo-Sandi bakal terus mengingatkan pemerintah agar tingkat kualitas hidup masyarakat tak akan menurun. Dia juga ingin pemerintah untuk tak menghadap enteng segala situasi ekonomi yang terjadi.

"Kita ingin menyampaikan kepada pemerintah bahwa tidak ada kaitan dengan itu bahwa problem ekonomi sekarang ini sangat berat dan beban hidup akan tambah berat pada masa-masa yang mendatang," sambungnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membeberkan alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO. Menurutnya, kenaikan itu dilakukan memang karena harga BBM tersebut mengikuti mekanisme pasar.

Artinya, ketika harga minyak dunia terus naik, maka harga BBM yang tidak disubsidi wajib mengikuti harga di pasaran.

"Jadi yang disesuaikan Pertamax, Pertamax Turbo juga Pertamax dan Pertadex. Karena bertahun-tahun sebelumnya juga ini Pertama series jenis Bahan bakar umum yang mekanismenya dilepaskan kepada pasar," ujarnya di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10).

Lanjut Jonan, kenaikan itu juga ditunjukkan untuk kalangan menengah atas. Sebab, dia yakin masyarakat menengah bawah masih akan tetap menggunakan premium maupun solar.

"Masa kendaraan umum ngisi dexlite atau Pertadex, kan nggak. Jadi ini untuk konsumsi kalangan menengah atas. Jadi pemerintah juga menyerahkan kepada mekanisme pasar untuk Pertamax series," jelas dia.

Selain itu, Jonan juga mengklaim jika kenaikan harga BBM jenis Pertamax series lebih murah dibandingkan kompetitor.

"Dari laporan saya terima per hari ini, bahwa Perta series disesuaikan sekitar Rp 100 atau Rp 200 lebih murah per liter dibanding dengan kompetitor seperti Total atau Shell dan seperti sedikit Petronas lah. Ini menunjukkan Pertamina sebagai BUMN ada concern lah. Detilnya bisa ditanyakan Menteri BUMN," tutup mantan Menteri Perhubungan itu.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up