JawaPos Radar

Lewat DHP, LPEI Ingin UMKM Miliki Daya Saing di Pasar Global

10/10/2018, 20:48 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Diskusi Panel LPEI
Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyelenggarakan diskusi panel dalam rangkaian kegiatan pertemuan tahunan IMF-World Bank, di Nusa Dua, Bali. (ist/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Salah satu bentuk dukungan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank di tahun 2018 adalah menginisiasi suatu program untuk membantu para pelaku usaha berorientasi ekspor/eksportir, yaitu Digital Handholding Program (DHP).

Program itu dibangun karena berdasarkan data statistik (Credit Suisse's report), 50 persen dari populasi di negara berkembang memilih untuk berbelanja melalui platform online. Hal ini memberikan dampak bagi perusahaan yang bergerak di bidang ritel, keuangan, dan teknologi.

Sementara itu, diketahui total penjualan tahunan berbasis e-commerce dari beberapa negara berkembang yang meliputi Brasil, India, Tiongkok, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki termasuk Indonesia, diperkirakan akan mencapai USD 3,5 triliun di tahun 2018.

"Peluang itu yang sebetulnya kami tuju. Harapanya Eximbank melalui DHP dapat membantu pelaku UMKM berorientasi ekspor untuk meningkatkan daya saing produk unggulannya di pasar global," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sinthya Roesly dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Rabu (10/10).

Sinthya menuturkan, lembaganya juga akan melakukan pendampingan, pemberian fasilitas, dan pelatihan, yang diberikan secara berkesinambungan. Sehingga, pelaku UMKM ekspor Indonesia akan mampu memasarkan, memperluas akses pasar, serta mempromosikan produknya di pasar global.

"Ini dilakukan karena pasar yang sedang berkembang mengalami perubahan yang signifikan seiring dengan berjalannya waktu, sehingga perdagangan antar negara berkembang menjadi sangat penting," paparnya.

Lebih lanjut Sinthya juga menjelaskan, adanya perjanjian perdagangan mempengaruhi penurunan tarif maupun non-tarif antar negara yang berpartisipasi dengan produk yang beragam.

Sementara itu, Direktur Pelaksana I LPEI, Dwi Wahyudi, mengatakan, adanya prokteksi dalam perdagangan dapat mengurangi akses pasar ke negara-negara maju.

"Dengan begitu, persaingan yang terjadi di pasar ekspor akan semakin sengit, karena para eksportir perlu melakukan pengalihan ekspor dari pasar Amerika," jelasnya.

Kondisi ini, lanjut Dwi, menunjukkan pentingnya kerja sama perdagangan antar negara berkembang, terutama untuk menciptakan respon serta strategi yang potensial untuk mengatasi situasi yang terjadi. Hal itu, selaras dengan salah satu tujuan untuk membuka peluang serta penetrasi pasar.

"Sebab untuk melakukan penetrasi pasar, LPEI mendukung pembiayaan ke negara-negara di kawasan Afrika, dan ini sejalan dengan Penugasan Khusus yang diberikan Pemerintah melalui KMK Nomor 787/KMK.08/2017," pungkas Dwi.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up