JawaPos Radar

Pendukung Jokowi-Ma'ruf Banten Bahas Pendidikan Politik Majelis Taklim

10/10/2018, 19:52 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
jokowi-ma'ruf amin, pendidikan politik, majelis taklim banten
Capres dan Cawapres Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Para pimpinan dan pengelola majelis taklim di Banten menggelar pertemuan guna membentuk forum komunikasi. Ini dimaksudkan sebagai wadah tukar informasi dan media tabayyun mengenai berita hoaks dan fitnah yang banyak terjadi menjelang pilpres 2019 mendatang. Forum tersebut juga guna mengantisipasi munculnya konflik horizontal akibat politik identitas yang sering kali dijadikan isu kampanye.

Pertemuan yang berlangsung di Serang, Banten, itu digagas Ahmad Saefullah. Beberapa majelis yang berkumpul itu sepakat untuk menjalankan pendidikan politik. Hal ini agar majelis taklim bisa memberi kontribusi bagi suksesnya pilpres dan pemilu serentak 2019.

Saefullah menerangkan, pendidikan politik yang dimaksud adalah agar memilih presiden dan wakil presiden berbasis pada program. Karenanya bedah visi misi dan bongkar rekam jejak menjadi prioritas. "Kita harus didik umat agar memilih presiden bukan karena taqlid atau ikut-ikutan, apalagi ikut propaganda fitnah dan hasutan yang memecah belah," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10).

Sementara itu, salah satu pimpinan majelis taklim yang hadir, ustadah Siti Badriyah menuturkan, memilih pemimpin negara bukanlah perkara sederhana. Harus dicari pemimpin yang berpengalaman, punya kepedulian, sosok yang teruji karena kerja nyata, dan bisa dilihat hasil kerjanya.

Dia bahkan mengajak rakyat Banten terutama para jamaah majelis taklim untuk mendukung Kiai Haji Ma'ruf Amin yang diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendampinginya di kepemimpinan periode mendatang. Dia juga sepakat dengan inti pertemuan bahwa mejelis harus memberikan pendidikan politik.

"Kami justru mau menjadikan majelis ini sebagai sarana untuk membuka mata hati orang Banten bahwa calon wakil presiden sekarang ini adalah orang Banten, kita harus bangga itu. Kalau kemarin yang datang ke majelis kita adalah Kiyai Ma'ruf, nanti yang datang dan cermah itu wakil presiden. Kan keren majelis taklim yang ceramahnya wapres," ujarnya.

Senada dengan Badriyah, ustad Suryana, salah seorang guru ngaji yang menghadiri pertemuan menyatakan, sah-sah saja majelis taklim dijadikan media bedah tokoh. Di situ dikupas dan diulas secara mendalam kemampuan, pengalaman, dan kepedulian para calon yang ada. Pilih pemimpin yang sudah teruji dan terbukti, jangan yang bisanya hanya kritik dan janji. "Dari dua capres yang ada, kalau menurut kami sih lebih baik menyukseskan Pak Jokowi. Sudah jelas dia bekerja untuk negara kita," jelasnya.

(fab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up