JawaPos Radar

Perairan Sungsang dan Kuala Tunggal Rawan Perdagangan Ilegal

10/10/2018, 19:38 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Perairan Sungsang dan Kuala Tunggal Rawan Perdagangan Ilegal
Press rilis capaian kinerja triwulan ke III TA 2018 Kementrian keuangan (Kemenkeu) Sumsel) (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Perdagangan ilegal dinilai masih marak terjadi di perairan Sumsel dan Jambi. Terbukti, sejak awal tahun Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai  Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) mencatat telah melakukan 495 kali penindakan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 14,88 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Sumbagtim, M Aflah Farobi saat ditemui, Rabu (10/10).

"Penindakan yang dilakukan ini terkait impor dan cukai ilegal termasuk juga penyelundupan narkotika," katanya.

Dijelaskannya, impor dan cukai ilegal ini didominasi dari cukai rokok, tembakau iris, dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dengan nilai Rp 11,14 miliar dan kemudian barang kiriman penumpang serta impor umum senilai Rp 3,97 miliar.

"Sedangkan untuk narkoba, kami berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 3.498 gram dan 5 ribu pil ekstasi di wilayah Sumbagtim," ujarnya.

Ia mengaku daerah yang paling rawan terjadinya perdagangan ilegal ini yaitu di perairan Sungsang, Banyuasin, Sumsel serta di Kuala Tungkal, Jambi. Hal ini dikarenakan akses kedua perairan masih terbatas ditambah lagi minimnya petugas penjagaan diperbatasan tersebut sehingga sulit untuk memantau praktik peredaran cukai dan impor ilegal di kedua daerah itu.

"Kami bisa melakukan tindakan saat masyarakat setempat memberikan laporannya. Karena itu, kami harap masyarakat aktif dalam memberikan laporan jika ada yang mencurigakan," harapnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up