JawaPos Radar

186 Ribu Siswa Terdampak Gempa di Sulteng

Kemendikbud: Banyak yang Terseret Tsunami

10/10/2018, 19:10 WIB | Editor: Kuswandi
Korban Gempa Sulteng
Anggota TNI memapah salah satu korban gempa, saat dievakuasi ke Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan sebanyak 186 ribu peserta didik terdampak bencana gempa 7,4 SR yang disertai tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) lalu. Akibatnya, mereka belum bisa melakukan kegiatan belajar mengajar dengan normal.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbud Poppy Dewi Puspitawati mengatakan, peserta didik tersebut berasal dari 1.724 satuan pendidikan. Di antaranya dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK.

"Layanan Pendidikan tersebut ada di tiga kabupaten terparah yaitu Kota Palu, Donggala dan Sigi," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu (10/10).

Dari jumlah tersebut, pihaknya baru menemukan 22 siswa meninggal dunia, 33 siswa hilang, dan 1 siswa luka berat yang masih dalam perawatan. Pendataan terhadap siswa, guru, dan pegawai dinas pendidikan masih terkendala komunikasi, baik yang mengungsi maupun yang menjadi korban.

"Kemungkinan banyak siswa yang terseret tsunami saat mengikuti Gladi resik Festival Palu Nomoni dan ada Bible Camp yang terhisap lumpur di Jono Oge Kabupaten Sigi," tuturnya.

Kemendikbud sendiri sudah menginstruksikan kegiatan belajar mengajar dimulai sejak Senin (8/10). Namun, sayangnya belum berjalan lancar lantaran para murid dan guru masih mengalami trauma. Bahkan, para orang tua juga kerap belum mengizinkan anaknya pergi ke sekolah.

"Guru-guru sebagian itu terdampak dan juga masih trauma akibat gempa tersebut, termasuk murid-muridnya, termasuk orang tua tidak mengizinkan anak-anak itu untuk kembali ke sekolah," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei, Senin (8/10).

Berdasarkan data BNPB, ada sembilan sekolah di Petobo, Kota Palu yang tertimbun karena likuifaksi. Kemendikbud pun telah menyiapkan 240 tenda yang akan dijadikan ruang kelas. 

Sebanyak 100 tenda yang sudah terpasang sebagai sekolah darurat. Tenda-tenda tersebut sudah berstandar internasional dari United Nations Children's Fund (UNICEF).

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up