JawaPos Radar

Para Pelajar Diminta Tak Antipati Pemilu

10/10/2018, 18:58 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Para Pelajar Diminta Tak Antipati Pemilu
Simulasi Pemilu yang diselenggarakan KPU Padang lewat pemilihan ketua OSIM di MAN 1 Padang, Rabu (10/10) (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menggelar sosialisai Pemilihan Umum (Pemilu) di MAN 1 Padang, Rabu (10/10). Di simulasi tersebut sekaligus dipraktekan dalam memilih ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM).

Sedikitnya, 380 orang siswa MAN 1 Padang terdata menjadi pemilih tiga pasangan calon Ketua OSIM MAN. Kegiatan yang juga didukung  Kemegan Kota Padang dan diinisasi KPU Padang ini betul-betul menyajikan proses demokrasi ala pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Mulai dari surat suara yang memajang ketiga foto kandidat persis surat suara di KPU. Ketiga kandidat juga diberi waktu untuk berorasi meraih simpati pemilih dan menyampaikan program masing-masing.

Lalu, tiga ruangan kelas disulap menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan masing-masing tiga bilik suara. Di pintu masuk jelang ke TPS disediakan tinta dan surat suara bagi pemilih. Tak hanya itu, juga ada petugas KPPS dan saksi di setiap TPS.

Kepala Divisi Program dan Perencanaan KPU Padang Yusrin Trinanda mengatakan, sosialasi bertajuk "KPU Padang Goes to School" ini adalah bentuk edukasi kepada pemilih pemula.

"Harapan kita tentu dengan menyentuh pelajar, tingkat partisipasi pemilih pemula hendaknya meningkat di Pemilu 2019 mendatang," kata Yusrin Trinanda.

Menurut Yusrin, proses pembangunan demokrasi di tanah air tidak terlepas dari pemilih pemula. Sebab, regenerasi bangsa ditentukan pula lewat pemilih pemula ini. Sosialisasi ini sekaligus memberikan penyadaran akan pentingnya ikut memilih.

"Jangan antipati dengan pesta demokrasi. Laju bangsa ini ditentukan melalui pemilu yang jujur dan adil, serta pemilih pemula," katanya.

Selain pemelihan ketua OSIM yang disajikan bak memilih pasangan calon wali kota, sosialisasi ini menggelar talk show dengan dua narasumber. Masing-masing Mahyudin (Komisioner KPU Padang) dan Nashrian Bahzein (Pimpinan Redaksi Padang TV). Kedua narasumber ini saling mengedukasi siswa dengan pendidikan politik.

Nashrian Bahzein mengatakan, generasi saat ini cenderung pasif dengan politik. Kondisi ini jauh berbeda dengan generasi lampau yang terbilang aktif setiap kali pemilu dilangsungkan. 

"Nah, jelang 2019 ini, saat generasi pemilih pemula ambil bagian dan ikut memilih. Nasib bangsa ini bergantung pada keikutsertaan kalian dalam pesta demokrasi," papar mantan Pimpinan redaksi Padang Ekspres itu.

Kepala Kemenag Padang Marjanis mengatakan, selama ini, pendidikan politik praktis tidak pernah menyentuh siswa sekolah. "Setelah kegiatan ini, kita harap para siswa mampu mengajak masyarakat dan kawan-kawannya untuk memberikan hak suaranya pada pemilu mendatang," katanya.

Sementara itu, Kepsek MAN 1 Padang Marliza mengatakan, kelas pemilu yang dilakukan dalam pemilihan Ketua OSIM adalah pembelajaran bagi siswa dalam tatanan kehidupan berdemokrasi. Secara langsung, alur pemilihan ini mampu memberikan pemahaman pada siswa tentang proses pemilihan umum. Mulai dari kampanye, cara mencoblos hingga penghitungan suara.

"Mudah-mudahan lewat pembelajaran ini, mereka akan merasakan bagaimana memilih dan dipilih beberapa tahun ke depan," ucapnya.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up