JawaPos Radar

Amien Rais Minta Kapolri Dicopot, Hasto: Logikanya Kurang Positif

10/10/2018, 18:21 WIB | Editor: Kuswandi
Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto saat diwawancara awak media beberapa waktu lalu (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Usai tersiarnya kabar dugaan suap yang menyeret nama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, sejumlah pihak meminta agar oroang nomor 1 di kepolisian itu dicopot dari jabatannya. Salah satunya dari Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.

Menanggapi itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Hasto Kristiyanto memberikan pembelaan kepada Tito. Menurutnya tidak ada bukti kuat yang menyatakan bahwa Tito menerima suap itu. Sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan pencopotan sebuah jabatan.

"Jika setiap orang (yang disebut terlibat kasus hukum padahal belum ada pembuktiannya) meminta untuk dicopot, kalau logika itu dipakai itu kan kurang positif. Kurang baik," ujar Hasto di Jalan Situbondo Nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/10).

Lebih lanjut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyebut bahwa mencopot sebuah jabatan pejabat negara ada prosedur lengkapnya. Tidak bisa memutuskan hanya dengan alasan praduga, tanpa bukti lengkap.

"Copot-mencopot itu kan ada mekanismenya. Ada prosedurnya," jelasnya.

Selain itu untuk memilih seseorang duduk di jabatan sekaliber kursi Kapolri, memiliki proses seleksi panjang. Sejumlah tahapan harus dilalui sebelum dinyatakan lolos oleh Presiden.

"Kapolri itu kan dipilih ada prosedurnya, tahapan pengusulan oleh Wanjati kemudian fit and proper test di DPR," pungkas Hasto.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up