JawaPos Radar

Hasil Survei BMKG: Tinggi Tsunami Palu dan Donggala Capai 11,3 Meter

10/10/2018, 18:05 WIB | Editor: Estu Suryowati
Hasil Survei BMKG: Tinggi Tsunami Palu dan Donggala Capai 11,3 Meter
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, gelombang tsunami tertinggi mencapai 11,3 meter di Desa Tondo, Palu Timur. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data hasil survei yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) untuk mengetahui tinggi tsunami yang terjadi bersamaan dengan gempa 7,4 SR di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, gelombang tsunami tertinggi mencapai 11,3 meter di Desa Tondo, Palu Timur. Sedangkan gelombang tsunami terendah 2,2 meter di Mapaga, Donggala.

"Tentu saja dengan tinggi tsunami 2,2-11,3 meter tadi dengan kekuatan yang cukup besar, dari laut terutama sekitar Teluk Palu menghantam pantai dan menerjang permukiman. Akhirnya menimbulkan kerusakan yang cukup masif di daerah pantai," ujarnya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (10/10).

Sementara itu, landaan terjauh dari pantai sampai ke daratan 468,4 meter dari pantai di kawasan Hotel Mercure, Lere, Palu Timur.

"Jadi hampir setengah kilometer menghantam pantai. Nah, itu tidak sama sepanjang Teluk Palu antara tinggi tsunami landaan sampai ke daratan berbeda-beda tergantung dari topografi yang ada di Kota Palu, Donggala, dan sebagainya," terang dia.

Menurutnya, data tersebut merupakan hasil survei awal. Namun, BMKG masih akan melakukan survei berikutnya untuk memetakan tinggi gelombang termasuk landaan.

"Tsunami bukan hanya dipicu oleh gempa, namun juga akibat terjadi longsoran bawah laut, yang arahnya semakin signifikan ke pesisir selatan Teluk Palu," kata Sutopo.

Dia menambahkan, survei harus terus dilanjutkan lantaran akan berpengaruh terhadap penataan ruang ke depan. Daerah-daerah yang pernah dilanda tsunami tadi, akan dipasang tugu-tugu sebagai peringatan.

"Bagaimana masyarakat yang ada di sana apakah harus direlokasi nanti akan dibahas," sambungnya.

Begitu juga fasilitas publik yang ada, termasuk hotel, sekolah, kantor pemerintahan yang berada di sepanjang pantai, harus dikonstruksi dengan kuat dan memiliki shelter di bagian atasnya. Pasalnya, waktu terbaik untuk evakuasi dari tsunami di sekitar Teluk Palu itu hanya kurang dari 45 menit sejak terjadinya gempa.

"Golden time itu artinya kita menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi bukan lari sejauh-jauhnya. Tetapi cari tempat yang lebih tinggi untuk menghadapi tsunami datang. Ini pasti akan diatur lebih lanjut," paparnya.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up