JawaPos Radar

Oknum Guru SMA 87 Mengaku Tidak Bersalah ke Bawaslu Jaksel

10/10/2018, 17:48 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Oknum Guru SMA 87 Mengaku Tidak Bersalah ke Bawaslu Jaksel
Presiden Joko Widodo (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pernyataan oknum guru di SMA 87 Jakarta menjadi viral karena diduga muatannya mengandung doktrin anti-Jokowi. Oknum guru berinisial N itu pun telah membuat surat pernyataan.

Menanggapi hal ini, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Selatan Muchtar Taufiq menyatakan, telah memeriksa pihak oknum guru yang diduga mendoktrin siswa dengan menjelekkan kinerja Presiden Joko Widodo.

"Iya betul, tadi kami sudah mengutus bagian penindakan pelanggaran pemilu ke SMA tersebut. Setelah klarifikasi di sana tadi kami mendapat laporan ini persoalan tudingan doktrin dan tidak terbukti," jelasnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (10/10).

Saat meminta keterangan, oknum guru tersebut tidak mengaku melakukan hal yang dituduhkan. N menyatakan semua hanyalah kesalahpahaman persepsi murid.

"Tadi klarifikasi ke N, dia hanya mengklarifikasi, waktu itu dia hanya memberikan penjelasan ajaran agama Islam persoalan-persoalan pendidikan saja," terang Muchtar.

"Tidak mengintimidasi ataupun mengarahkan muridnya untuk mencoblos pasangan presiden dan wakil presiden tertentu," jelasnya.

Walau begitu, Muchtar akan mendalami kasus ini lebih lanjut. Bahkan akan diadakan investigasi kembali untuk mencari sumber informasi di lapangan. Selain dari oknum guru yang diduga melakukan doktrin pihaknya juga melakukan pemeriksaan ke beberapa orang lainnya.

Seperti diketahui oknum Guru Agama tersebut juga telah membuat surat pernyataan permintaan maaf. Berikut isi surat pertanyaan tersebut:

Saya yang bertandatangan di bawah ini, menyatakan bahwa:

1. Pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, saya melakukan refleksi pembelajaran di masjid dengan menggunakan media video tentang bencana gempa dan tsunami

2. Selama dan setelah pemutaran video saya memberikan penjelasan/komentar tentang isi video. Ada kemungkinan saya salah ucap atau siswa salah mempersepsikan kalimat-kalimat penjelasan saya.

3. Sehubungan dengan itu, sebagai manusia yang tidak luput dari khilaf dan salah, dengan hati yang tulus saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa dirugikan dengan kejadian ini, khususnya kepada bapak Presiden Jokowi yang terbawa-bawa dalam masalah ini, dan juga kepada teman-teman wartawan. Saya berjanji akan lebih berhati-hati dimasa yang akan datang, agar ucapan dan tindakan saya tidak menyinggung siapa pun.

4. Saya mohon kepada teman-teman wartawan untuk menyebarluaskan permohonan maaf saya ini melalui media

5. Saya juga mohon maaf kepada keluarga besar SMA Negeri 87 Jakarta yang merasa dirugikan atas kejadian ini, karena kejadian ini seharusnya tidak menyangkut institusi SMA Negeri 87 Jakarta.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up