JawaPos Radar

Pemkot Batam Kembali Gondol Penghargaan

10/10/2018, 17:14 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
BAPETEN Safety and Security Awards 2018
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad (4 dari kanan) dalam acara BAPETEN Safety and Security Awards (BSSA) 2018 di Novotel Hotel Semarang, Rabu (10/10). (Dok. Pemkot Batam)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam kembali menorehkan prestasi. Kali ini BAPETEN Safety and Security Awards (BSSA) 2018. Pemberian penghargaan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) itu digelar di Novotel Hotel Semarang, Rabu (10/10).

Batam dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia atas dukungan terhadap pencapaian standar keselamatan dan keamanan dalam pemanfaatan tenaga nuklir. Selain Batam, dua kota lainnya dalam kategori sama adalah Kota Surabaya dan Kota Jakarta Timur.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, penghargaan yang diberikan berdasarkan jumlah industri, rumah sakit, klinik dan sektor lain yang cukup banyak dalam pemanfaatan tenaga nuklir. Adanya pengawasan ketat dan terukur khususnya dalam pemberian izin, membawa Batam kembali meraih penghargaan seperti tahun sebelumnya.

“Pemkot Batam memiliki SOP yang cukup ketat dalam pemberian izin di bidang ini. Namun tetap mendukung tumbuh kembangnya industri. Sesuai dengan paraturan wali kota dan peraturan perundangan lainnya," jelas Amsakar dalam keterangannya.

Penghargaan BSSA sendiri didasarkan hasil penilaian kinerja fasilitas. Indikatornya terdiri dari hasil inspeksi, pemantauan evaluasi dosis pekerja, pelaksanaan proses perizinan, dan kejadian kedaruratan.

Penilaian BSSA untuk kategori fasilitas menggunakan pendekatan passing grade. Semua instansi yang masuk dalam passing grade berdasarkan hasil penilaian kinerja fasilitas dengan nilai rata-rata dari seluruh aspek penilaian di atas 95 akan mendapatkan penghargaan BSSA.

“Kami sendiri juga tidak tahu kapan tim survei turun hingga Batam meraih predikat ini. Namun dengan penghargaan ini mendorong kami untuk terus melakukan pembenahan dan tata kelola. Khususnya perizinan dan pengawasan ke depannya”, ujar Amsakar.

Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto mengatakan, penghargaan tersebut bertujuan untuk mendorong timbulnya budaya keselamatan dalam memanfatkan nuklir. Khususnya untuk tujuan industri dan kesehatan.

BSSA diberikan kepada pemerintah daerah berdasarkan beberapa pertimbangan. Yakni, hasil inspeksi, evaluasi terhadap dosis radiasi bagi pekerja radiasi, proses perizinan, dan status kejadian kedaruratan nuklir di instansi. Semuanya harus menunjukkan kinerja keselamatan radiasi dan atau keamanan sumber radioaktif yang sangat baik.

BSSA juga diberikan kepada kepala daerah berdasarkan pertimbangan bahwa daerah tersebut memiliki populasi instansi penerima BSSA dalam jumlah yang signifikan. "Sehingga dapat diasumsikan bahwa pemerintah daerah tersebut telah mendukung sepenuhnya terhadap Pencapaian BSSA yang diterima instansi di daerahnya," ulas Jazi.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up