JawaPos Radar

Dibidik KPK, Bupati Malang Tunjuk 3 Pengacara

10/10/2018, 16:59 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gunadi Handoko
Penasihat hukum Rendra Kresna, Gunadi Handoko. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bupati Malang Rendra Kresna berpotensi terjerat kasus yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rendra pun sudah bersiap diri. Tiga pengacara ditunjuk untuk membantu proses hukum. Ketiga penasehat hukum adalah Gunadi Handoko, Imam Muslih, dan Sudarmadi.

Gunadi mengatakan, tim penasihat hukum baru dibentuk Selasa (9/10) kemarin. Mereka baru saja mengadakan pertemuan dengan Rendra di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

"Kami baru pertama kali bertemu Pak Rendra. Saya kira pertemuan ini hanya koordinasi saja. Karena kami ini tim penasihat hukumnya. Makanya sekalian juga ucapkan terima kasih ke Pak Rendra karena diberi kepercayaan dan kesempatan pada kami untuk jadi penasehat hukum," ujar Gunadi kepada JawaPos.com, Rabu (10/10).

Baru kali ini pertemuan digelar secara lengkap. Sebab Gunadi sendiri sebelumnya masih berada di Jakarta. Sementara yang sudah bertemu dengan Rendra hanya Imam Muslih. "Baru hari ini bertemu secara lengkap. Kemarin hanya Imam ketemu (secara) prinsipal dengan Rendra, karena saya tidak ada di Malang," katanya.

Tim penasihat hukum dibentuk secara khusus untuk menghadapi kasus yang ditangani KPK dan diduga turut mencatut Rendra Kresna. "Kami sudah ditunjuk sebagai tim penasihat beliau. Makanya perlu koordinasi secara prinsipal. Itu saja, tidak ada yang lain," paparnya.

Gunadi menegaskan, tim penasihat hukum ini khusus untuk Rendra. "Hanya untuk Rendra, bukan untuk Pemerintah Kabupaten Malang. Karena perkara penyidikan ini untuk Rendra, bukan pemerintahnya," tandasnya.

Lebih lanjut, Gunadi mengungkapkan bahwa status Rendra belum sebagai tersangka. "Yang saya sampaikan, Pak Rendra belum menerima panggilan sebagai tersangka," terangnya.

Saat ini, Gunadi bersama tim masih belum bisa mengatakan langkah hukum yang akan diambil. Namun dalam waktu dekat ini pihaknya berencana berkomunikasi dengan KPK. "Dalam minggu ini, koordinasi saja," imbuhnya.

Seperti diberitakan, Bupati Malang Rendra Kresna mengaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima gratifikasi dari rekanan dalam kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011. Hal itu dilihat dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat penggeledahan di rumah dinas Rendra, Senin (8/10) malam.

DAK sendiri terkait dengan renovasi sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Malang. Selain itu juga mengenai pengadaan meubelair, buku dan alat peraga untuk beberapa sekolah di Kabupaten Malang.

(fis/JPC)

Alur Cerita Berita

Bupati Malang Dinilai Ksatria 10/10/2018, 16:59 WIB
Bupati Malang Mengaku Jadi Tersangka 10/10/2018, 16:59 WIB
KPK Geledah Pendopo Kabupaten Malang 10/10/2018, 16:59 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up