JawaPos Radar

Pilpres 2019

Paslon Dilarang Kampanye di Pesantren, Hasto: Dulu Nggak Ditindak

10/10/2018, 16:10 WIB | Editor: Estu Suryowati
Paslon Dilarang Kampanye di Pesantren, Hasto: Dulu Nggak Ditindak
Hasto meminta KPU memahami kebutuhan pasangan calon untuk bersosialisasi di lembaga pendidikan dan pesantren. Dia bilang, dulu saja hal itu tidak ditindak. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyarankan supaya pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak menggunakan tempat pendidikan dan pesantren sebagai tempat kampanye. Padahal, kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden kerap mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto menilai semestinya sosialisasi di lembaga pendidikan dan pesantren tidak dilarang. Asalkan, kata dia, sosialisasi yang dilakukan tidak menggunakan fasilitas negara.

"Sebaiknya sama-sama memahamilah. Yang penting tidak gunakan fasilitas negara, tidak money politic," ujar Hasto usai menyaksikan pertandingan voli Asian Para Games, Jakarta, Rabu (10/10).

Menurut Hasto, pasangan Jokowi yakni Ma'ruf Amin adalah seorang kiai dan ulama. Sehingga, lumrah jika Ma'ruf sering berkunjung ke pesantren dan tempat ibadah. Yang terpenting, kata dia, kunjungan Ma'ruf bukan dalam rangka kampanye.

"Ya namanya kiai kalau kita lihat aturan ya harus liat relevansinya di situ," katanya.

Hasto lantas mencontohkan di Pilpres 2014 lalu banyak yang menggunakan tempat ibadah.

Namun tidak ada penegakan hukum dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Jadi, menurut Hasto, sebaiknya KPU membuat aturan sesuai dengan kebutuhan saja.

"Seperti dulu ada penggunaan tempat ibadah tapi tidak diambil tindakan tegas. Jadi membuat aturan itu harus sesuai dengan praktik," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan menegaskan larangan kampanye di lembaga pendidikan bagi seluruh peserta Pemilu 2019.

Selain di lembaga pendidikan, ia juga mengingatkan bahwa kampanye tak boleh dilakukan di tempat ibadah.

Lembaga pendidikan bisa berupa lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Dalam hal ini, pesantren juga termasuk sebagai lembaga pendidikan yang tidak boleh digunakan sebagai tempat kampanye.

Imbauan itu disampaikan kembali oleh KPU untuk mengingatkan peserta pemilu agar tidak melakukan pelanggaran, mengingat banyaknya aktivitas yang mereka lakukan di sejumlah lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up