JawaPos Radar

Piawai Manfaatkan Teknologi Nuklir, Pemprov Jateng Raih BSSA

10/10/2018, 15:35 WIB | Editor: Dida Tenola
Piawai Manfaatkan Teknologi Nuklir, Pemprov Jateng Raih BSSA
Dari kiri ke kanan, Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Zainal Arifin; Deputi Perizinan dan Inspeksi BAPETEN Khoirul Huda; Kepala BAPETEN Jazi Eko Listyanto; Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng Teguh Dwi Paryono saat sesi jumpa pers. (Tunggul Kumoro/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). BAPETEN Safety and Security Award (BSSA) dianugerahkan atas kinerjanya dalam pemanfaatan teknologi nuklir.

Kepala BAPETEN Jazi Eko Listyanto mengatakan, Pemprov Jateng dinilai pantas menerima BSSA lantaran memiliki prestasi apik dalam pengelolaan teknologi nuklir. "Dalam hal ini, nuklir tak melulu soal reaktor atau pembangkit. Tapi karena penerapannya juga pada berbagai bidang seperti medis, industri, juga riset," ujarnya saat dijumpai pasca acara penganugerahan BSSA Tahun 2018 di Hotel Novotel, Semarang, Rabu (10/10).

Deputi Perizinan dan Inspeksi BAPETEN Khoirul Huda menambahkan, hal yang disebutkan Jazi tadi memang bisa disebut sebagai bidang yang paling banyak memanfaatkan teknologi nuklir. Seperti radiologi pada bidang medis, kemudian gauging atau pengukuran tebal-tipis material untuk sektor industri. "Pada pengeboran minyak, ditaruh di mata bor sehingga bisa dapat data real time. Pemakaian radiografi atau melihat tembus benda padat juga bisa diterapkan pada menilik sayap pesawat yang memang dibuat tidak boleh ada rongga," paparnya.

Anugerah BSSA sendiri memiliki beberapa kriteria penilaian. Dalam hal ini, BAPETEN sudah melakukan inspeksi pada sejumlah fasilitas yang diketahui memanfaatkan teknologi nuklir.

Misalnya seperti proses perizinan, status kedaruratan nuklir di instansi terkait. Juga tinggi rendahnya dosis radiasi bagi pekerja di fasilitas tersebut. "Kalau baik, nanti diberi stiker BAPETEN warna hijau yang artinya baik. Kuning untuk baik dan merah tidak baik," sambung Huda.

Ada pula BSSA yang diberikan kepada kepala daerah. Didasarkan pada pertimbangan bahwa daerah tersebut memiliki populasi instansi penerima BSSA dalam jumlah signifikan. Sehingga dapat diasumsikan bahwa pemerintah daerah tersebut telah mendukung sepenuhnya terhadap pencapaian BSSA yang diterima lembaga di daerahnya.

BSSA juga dapat digunakan sebagai indikator meningkatnya kesadaran hukum pengguna tenaga nuklir. Juga berkaitan dengan disiplin kerja pekerja radiasi dalam pemanfaatan tenaga nuklir. Hal itu merupakan refleksi atas berkembangnya budaya keselamatan di bidang nuklir. Oleh sebab itu BAPETEN akan terus mendorong setiap instansi berkompetensi mendapatkan BSSA.

Di sisi lain, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng Teguh Dwi Paryono mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada BAPETAN ini. Termasuk upaya dari lembaga tersebut dalam mensosialisasikan penggunaan tenaga nuklir yang masih kerap disalahartikan konotasinya dengan bahaya radioaktif dan bom atom.

"Atom dan radiokatif, sebenarnya masyarakat tak bisa lepas dari dua hal itu. Masyarakat tanpa sadar saja sudah memanfaatkannya seperti kosmestik dokter gigi. Kemudian mencari sumber mata air. Ke depan akan ditekankan lagi edukasi misal untuk sektor pertanian, yang mana bisa mempercepat pertumbuhan suatu varietas dan hasilnya juga baik," jelasnya.

BAPETEN pribadi telah melaksanakan penganugerahan BSSA kepada pengguna sebanyak empat kali. Sedangkan untuk kepala daerah baru kali kedua. Pada tahun 2018 ini, BAPETEN menganugerahkan BSSA kepada 311 instansi, terdiri atas 147 instansi medik, 164 instansi penelitian dan industri.

Disebutkan pula, selain Jawa Tengah, provinsi lain penerima BSSA antara lain Kalimantan Timur, Daerah Istimewa Jogjakarta, Banten, Kepulauan Riau, dan Riau. Sedangkan kepala daerah pada tingkat kabupaten/kota yang mendapat penghargaan itu meliputi Kota Batam, Kabupaten Bekasi, Kota Jakarta Timur, Kabupaten Karawang, dan Kota Surabaya.

 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up