JawaPos Radar

Tiongkok Kampanyekan Makanan Anti-Halal di Wilayah Muslim Uighur

10/10/2018, 15:21 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
xinjiang, muslim uighur, uighur, tiongkok,
Xinjiang di Tiongkok, rumah bagi sebagian besar minoritas Muslim Uighur Muslim. Di sana Pemerintah Tiongkok malah meluncurkan kampanye melawan produk halal (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Xinjiang, Tiongkok, merupakan rumah bagi sebagian besar minoritas Muslim Uighur. Di sana Pemerintah Tiongkok malah meluncurkan kampanye melawan produk halal. Hal itu dilakukan untuk menghentikan ajaran Islam yang mengajarkan makanan halal di wilayah tersebut.

Tiongkok selalu bersembunyi di balik alasan bahwa Muslim Uighur memicu ekstremisme. Padahal, itu hanya omong kosong Pemerintah Tiongkok saja.

Dalam pertemuan, para pemimpin Partai Komunis Urumqi memimpin para kader untuk bersumpah untuk bertempur melawan makanan halal. Padahal, berbagai produk halal seperti makanan dan pasta gigi harus diproduksi sesuai dengan hukum Islam.

xinjiang, muslim uighur, uighur, tiongkok,
Tiongkok selalu bersembunyi di balik alasan Muslim Uighur akan memicu ekstremisme. Padahal itu hanya omong kosong Pemerintah Tiongkok saja (Mashable)

Tiongkok telah dikecam keras oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia dan pemerintah asing di tengah laporan tentang tindakan kekerasan terhadap Muslim Uighur. Hingga saat ini Beijing masih menahan sebanyak 1 juta warga Muslim Uighur di Xinjiang.

Beijing membantah melanggar hak-hak Muslim Uighur di Xinjiang. Mereka mengatakan, mereka hanya menindak ekstremisme dan upaya pemisahan di wilayah tersebut.

Warga Tiongkok secara teoretis bebas mempraktikkan agama apa pun. Namun mereka meningkatkan pengawasan sebab pemerintah berusaha mengendalikan ibadah di bawah peraturan pemerintah.

Partai Komunis pada Agustus lalu mengeluarkan seperangkat peraturan yang direvisi yang mengatur perilaku anggotanya, mengancam dengan hukuman atau mengusir bagi siapa pun yang berpegang teguh pada keyakinan agama.

(ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up