JawaPos Radar

Rp 200 Juta Bagi Pelapor Korupsi, Jaksa Agung: Bakal Ada Kegaduhan

10/10/2018, 15:17 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Jaksa Agung M Prasetyo
Jaksa Agung M Prasetyo (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jaksa Agung M Prasetyo menyambut baik Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 yang baru saja diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun peraturan itu memuat premi bagi pelapor korupsi sebesar Rp 200 juta. 

"Ya bagus itu, memang peran serta masyarakat dalam hal itu ada. Masyarakat diberikan peran serta untuk berpartisipasi mengungkap kasus korupsi," ujarnya di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (10/10).

Dengan begitu, kata dia, masyarakat akan lebih aktif dan peduli terhadap dugaan korupsi di sekitar mereka. "Kalau sudah ada peraturan seperti itu ya langkah maju untuk lebih konkret masyarakat bisa melaporkan," sebut Prasetyo. 

Namun dia berharap agar masyarakat tidak menyalahgunakan atau memanfaatkan aturan tersebut. "Nanti menimbulkan fitnah demi mengejar imbalan. Kalau melaporkan dengan bukti-bukti, tidak sekadar melaporkan tanpa bukti, itu bisa menimbulkan kegaduhan," tukas Prasetyo.

Sekadar informasi, PP 43 Tahun 2018 yang diteken Jokowi kemarin berisi tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Disebutkan bahwa msyarakat yang memberikan informasi kepada penegak hukum mengenai dugaan korupsi akan mendapatkan penghargaan dalam bentuk piagam dan premi yang besarannya maksimal Rp 200 juta.

Pasal 17 ayat (1) PP 43/2018 menyebut, besaran premi diberikan sebesar dua permil dari jumlah kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan kepada negara.

Sementara untuk pelapor tindak pidana korupsi berupa suap, besar premi yang diberikan sebesar dua permil dari nilai uang suap dan/atau uang dari hasil lelang barang rampasan dengan nilai maksimal Rp 10 juta.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up