JawaPos Radar

Viral Video Pengusiran Relawan, Ini Kronologis Versi BNPB

10/10/2018, 14:43 WIB | Editor: Imam Solehudin
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas  BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Sutopo menyebut tak ada pengusiran di Bappeda Sulteng. Bappeda hanya meminta ada relokasi. (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Viralnya video pengusiran para relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyita perhatian publik. Pasalnya, tidak ada pengusiran yang dilakukan Kepala Bappeda Sulawesi Tengah.

Yang benar adalah imbauan agar mereka pindah ke kantor BPBD untuk memudahkan koordinasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. Semua dimulai ketika para relawan BPBD beberapa daerah di Indonesia mendirikan tenda di halaman kantor Bappeda pada H+3 gempa dan tsunami, Senin (1/10).

“Di bagian belakang kantor Bappeda adalah relawan dari BPBD Kab. Banggai Kepulauan dan mereka mendirikan dapur umum. Sedangkan BPBD Provinsi Sulawesi Utara BPBD Bolsel dan BPBD Bitung berada dihalaman depan Kantor Bappeda. Selain itu juga ada beberapa relawan lainnya,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (10/10).

Kemudian, menurut informasi dari BPBD Sulteng, terjadi kehilangan barang milik Bappeda. Hal itu lantaran kondisi keamanan dan ketertiban pascagempa di sebagian Kota Palu terganggu.

“Khususnya hingga H+2 kondisi keamanan dan lingkungan di Kota Palu agak rawan. Aparat polisi telah menangkap beberapa pencuri yang melakukan tindakan kriminal,” tutur dia.

Namun, sebagaimana pengakuan relawan dalam video, justru kehadiran mereka sejak H+3 dengan mendirikan tenda-tenda, relawan BPBD dan lainnya ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal.

“Pascagempa kondisi kantor kosong karena pegawainya tidak masuk kantor,” tambah Sutopo.

Terkait dengan kehilangan barang tersebut, Kepala Bappeda sudah melapor ke Gubernur dan menjelaskan tentang kehilangan aset kantor. Maka diambil keputusan untuk mengosongkan halaman halaman Kantor Bappeda.

Selanjutnya, BPBD Sulteng sudah mengajak relawan-relawan dari BPBD Sulut & Bolsel untuk bergeser ke halaman kantor BPBD Sulteng.

“Gubernur Sulawesi Tengah juga mengatakan tidak ada istilah diusir. Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak Senin (8/10),” terangnya.

Selain itu, Kantor Bappeda juga akan dibersihkan dan dirapikan lagi karena dampak gempa belum di bersihkan dan lainnya. Sebab, semua ASN Bappeda harus apel dan masuk kerja. Tentu kegiatan mereka akan mengganggu kenyamanan relawan.

Perintah Gubernur Sulteng tersebut kemudian disampaikan Kepala BPBD Sulteng kepada koordinator relawan yang menginap di halaman kantor Bappeda.

“Gubernur Sulteng mengucapkan terima kasih atas dukungan, bantuan dan peran aktif relawan BPBD se Indonesia yang memang hadir ke Palu dan daerah terdampak bencana membantu korban bencana,” kata Sutopo.

Menurutnya, rasa panggilan kemanusiaan untuk membantu masyarakat Sulteng yang tertimpa bencana benar-benar diperlukan oleh masyarakat.

“Gubernur Sulteng dan masyarakat Sulteng mengucapkan terima kasih kepada relawan dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Sulteng,” pungkasnya.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up