JawaPos Radar

Hanafi Rais: Ada Dramatisasi Pemeriksaan Amien Rais

10/10/2018, 14:06 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Purta Amien Rais, Hanafi Rais sebut pemeriksaan ayahnya ada unsur dramatisasi.
Purta Amien Rais, Hanafi Rais sebut pemeriksaan ayahnya ada unsur dramatisasi. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya sebagai saksi atas kasus tersangka Ratna Sarumpaet. Namun pemeriksaannya dianggap ada unsur dramatisasi yang berpotensi mengarah ke kriminalisasi.

Hal itu disampaikan anak dari Amien Rais, Hanafi Rais. Dia menilai, pemanggilan ayahnya sebagai saksi atas kasus Ratna Sarumpaet ada unsur dramatisasi yang dibuat pihak kepolisian. Dia melihat ada beberapa kejanggalan dalam proses pemanggilan, mulai dari waktu hingga kesalahan nama Amien Rais dalam surat pemanggilan.

Menurutnya sebelum Ratna Sarumpaet ditangkap pihak kepolisian pada tanggal 4 Oktober, Amien Rais sudah lebih dulu dipanggil oleh pihak kepolisian.

Infografis kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.
Infografis kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

"Konferensi pers di rumah Pak Prabowo Subianto itu pada 2 Oktober malam. Tanggal 4, oleh Kadiv Humas, Pak Amien dipanggil untuk mengklasifikasi atas kasusnya Ratna Sarumpaet. Belum ada peristiwanya saja, Pak Amien Rais sudah dipanggil," kata Hanafi di luar ruangan penyidik Ditkrimum Polda Metro, Rabu (10/10).

Kejanggalan lain yang dinilai Hanafi adalah surat pemanggilan yang dibuat polisi. Pada surat itu hanya tertera nama Amien Rais saja. Sedangkan, kata dia, nama lengkap ayahnya yaitu Muhammad Amien Rais.

Seharusnya, untuk pemanggilan saksi penyidikan, pihak kepolisian harus benar dan proper. Dalam kesalahan nama itu, Hanafi telah meminta kepada polisi untuk mengubah surat tersebut, namun tidak digubris.

"Kalau nulis nama saja salah, ini bisa menyasar siapa pun. Sehingga, secara perdata bisa dinafikan. Tapi karena kelogowoan dan keikhlasan, Pak Amien mau kooperatif. Semoga dramatisasinya cepat selesai," kata Hanafi.

Menurutnya, segala sumber berita kebohongan penganiayaan adalah Ratna Sarumpaet itu sendiri. Dalam kasus ini, Amien Rais adalah korban bukan pengguna atau pun yang menciptakan.

"Kalau gini caranya, berarti jangan-jangan ini bukan soal hukum itu harus ditegakkan atau hoax yang dibuat Ratna harus ditelusuri sebaik mungkin. Tapi, ada upaya-upaya dramatisasi saja, bahkan banyak orang menilai ini kriminalisasi," ujarnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up