JawaPos Radar

Polda DIJ Ingatkan Aturan Menangkap Kepiting

10/10/2018, 12:48 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
AKBP Yulianto
Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto ditemui di kantornya, Rabu (10/10). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tri Mulyadi, 32, nelayan Pantai Samas, Kabupaten Bantul, sempat menjadi tersangka kasus penangkapan kepiting. Namun status tersangkanya dicabut setelah Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) melimpahkan kasusnya ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIJ.

Meski demikian, kasus tersebut harus menjadi pelajaran bagi semuanya. Terutama mereka yang tinggal di daerah pesisir. Sehingga ketika menangkap ikan atau kepiting harus sesuai aturan agar terhindar dari sanksi.

"Dengan adanya perkara ini bahwa menangkap kepiting di bawah aturan itu salah. Menangkap ukuran kurang dari 15 sentimeter dan berat di bawah 200 gram, akhirnya masyarakat jadi tahu (aturan)," kata Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto ditemui di kantornya, Rabu (10/10).

Polda DIJ bersama DKP juga akan terus melakukan sosialiasi terkait aturan tersebut. Salah satunya dengan mendatangi atau melalui forum-forum. "Kalau pemasangan rambu-rambu aturan untuk pelarangan, polda tidak ada anggaran," ucap Yulianto.

Kini, kasus Tri Mulyadi sepenuhnya sudah ditangani DKP DIJ. Apakah berkasnya akan diserahkan ke kejaksaan atau pemberian sanksi dalam bentuk apa, hal itu menjadi kewenangan DKP. "Sekali lagi, kewenangan ada di DKP," tegas Yulianto.

Sebelumnya, Kepala Seksi Sumber Daya Ikan (SDI) DKP DIJ Supanto menyampaikan bahwa urusan di Ditpolair Polda DIJ atas kasus ini telah selesai. "Prinsip urusan di sana selesai dan diserahkan ke dinas teknis dalam hal ini PPNS DKP," tuturnya.

Untuk diketahui, Tri Mulyadi ditetapkan tersangka pada pertengahan Agustus lalu oleh Ditpolair Polda DIJ. Dia menangkap kepiting dengan berat di bawah 200 gram di Muara Sungai Opak dekat rumahnya.

Tri Mulyadi melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 45/2009 tentang Perikanan. Kemudian dijabarkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2015 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Ranjungan. Dalam aturan itu disebutkan, kepiting yang boleh ditangkap hanya dengan berat di atas 200 gram per ekor dan lebar cangkang di atas 15 sentimeter.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up