JawaPos Radar

DESFOLA, Pendeteksi Kebakaran Hutan dan Longsor

10/10/2018, 12:30 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Alat Pendeteksi Bencana
Bagas saat menunjukkan kinerja alat pendeteksi bencana, DESFOLA. (Dok. Humas Universitas Brawijaya)
Share this image

JawaPos.com - Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (UB) berhasil menciptakan alat pendeteksi potensi bencana alam berbasis android. Alat tersebut dinamakan Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide (DESFOLA).

Dua mahasiswa yang menciptakan DESFOLA yakni Rizka Sisna Riyanti dan Bagas Priyo Hadi Wibowo. DESFOLA sendiri merupakan sebuah teknologi pendeteksi potensi bencana berbasis android yang digunakan untuk mengurangi dampak akibat kebakaran hutan dan tanah longsor.

Bagas menerangkan, DESFOLA dirancang hanya dengan dua bagian utama. Adalah bagian sensor dan bagian server. Pengaplikasiannya, bagian sensor diletakkan di beberapa bagian hutan. Sementara bagian server akan diletakkan di pemukiman warga yang memiliki koneksi internet. Alat ini menggunakan sistem pengiriman point to point untuk memaksimalkan kinerja.

“Data yang dideteksi bagian sensor akan ditampilkan di aplikasi android secara realtime. Saat potensi bencana meningkat, alat akan menampilkan warning sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan menanggulanginya lebih dini,” ujar Bagas.

Alat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, inovasi ini sudah berhasil memperoleh beragam penghargaan tingkat Internasional. Terbaru, DESFOLA berhasil memperoleh medali emas di kompetisi The 5th International Young Inventors Awards (IYIA) 2018. Acara diselenggarakan di Inna Grand Bali Beach Sanur, Bali pada September lalu.

Sebelumnya, DESFOLA juga berhasil memperoleh medali perak pada ajang International Research Innovation, Invention, and Solution Exposition (IRIISE) 2018. Kegiatan bertempat di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada Agustus 2018.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up