JawaPos Radar

Viral Video Relawan di Bappeda, BNPB Pastikan Tak Ada Pengusiran

10/10/2018, 12:13 WIB | Editor: Imam Solehudin
Video BNPB
Salah satu potongan video yang beredar terkait dugaan pengusiran relawan BNPB. Pihak BNPB telah mengklarifikasi bahwa tak ada pengusiran, yang benar adalah upaya permintaah relokasi ke tempat lain. (Capture Video/Ist)
Share this image

JawaPos.com - Di tengah proses evakuasi korban bencana gempa dan tsunami, ada kabar tak sedap soal para relawan. Sebuah video para relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di halaman Bappeda Sulawesi Tengah, viral di media sosial.

Beberapa relawan dalam video tersebut mengaku diusir oleh Kepala Bappeda. Mereka pun diminta pindah ke tempat lain. Penyebabnya lantaran adanya kehilangan aset berupa laptop di kantor Bappeda.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menegaskan kalau kabar teresebut hoax. Sutopo mengatakan bahwa tidak ada pengusiran atau tudingan pencurian laptop terhadap para relawan BPBD.

Yang benar adalah relokasi tenda relawan mereka ke kantor BPBD Sulawesi Tengah.

“Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (10/10).

Menurutnya, relokasi dilakukan untuk memudahkan koordinasi antar relawan BPBD. Selain itu, halaman kantor Bappeda juga akan dibersihkan dan digunakan untuk apel aparatur sipil negara (ASN), yang sejatinya sudah mulai bekerja sejak Senin (8/10) lalu.

“Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” kata dia.

Sebelumnya, video yang viral di media sosial itu memberikan keterangan sebagai berikut:

PARAH, seluruh anggota BNPB dan relawan seluruh indonesia yang memakai halaman kantor Bappeda Sulteng diduga diusir lantaran diduga ada benda dari kantor Bappeda hilang, kasihan para relawan sampai malam ini belum tau mau kemana.

Salah seorang relawan yang pertama kali menempati halaman Bappeda itu mengatakan, ia menempati halaman itu pada hari ke 3, usai para warga melakukan penjarahan dimana-mana di Kota Palu, justru adanya para relawan membantu keamanan dan kesibukan disekitar kantor.

Pada slide terakhir menunjukkan sampai malam tadi para anggota BNPB dan relawan mengujuk rasa, seorang mengatakan bahwa kantor ini bukan milik pribadi, ini milik bersama, milik warga juga.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up