JawaPos Radar

Bupati Malang Dinilai Ksatria

10/10/2018, 11:21 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Mohamad Geng Wahyudi
Dewan Pembina Nasdem Jatim Mohamad Geng Wahyudi. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bupati Malang Rendra Kresna mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur (Jatim). Keputusan setelah rumah dinas, kantor dan rumah pribadi Rendra Kresna digeledah tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dewan Pembina Nasdem Jatim Mohamad Geng Wahyudi menilai, langkah yang diambil Rendra Kresna sudah tepat. "Menurut saya, sebuah langkah ksatria yang dilakukan Pak Rendra," kata Geng kepada JawaPos.com, Rabu (10/10).

Partai Nasdem memiliki aturan yang cukup ketat. Jika ada kader yang terjerat urusan hukum, baik perkara korupsi atau narkoba, maka akan diberi pilihan. Yakni, mundur atau diberi sanksi serta pemecatan.

"Meskipun Pak Rendra belum penetapan sebagai terpidana, baru tersangka, namun beliau sudah mengambil langkah. Secara kstaria mengundurkan diri," imbuh laki-laki yang berlatar belakang pengusaha itu.

Caleg Nasdem untuk DPR RI itu mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa Rendra. Apalagi Rendra adalah figur sentral di Partai Nasdem.

Disinggung soal calon pengganti Rendra di Partai Nasdem, Geng enggan memberikan keterangan. Sebab bukan wewenangnya untuk menyampaikan hal ini. "Kalau itu wewenang ketua umum. Kami nggak bisa berikan statement," tegas Geng.

(tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Bupati Malang Dinilai Ksatria 10/10/2018, 11:21 WIB
Bupati Malang Mengaku Jadi Tersangka 10/10/2018, 11:21 WIB
KPK Geledah Pendopo Kabupaten Malang 10/10/2018, 11:21 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up