JawaPos Radar

Cafe Dragster van Gunung Sindur: Gembol Mesin Toyota Kijang 1300cc

10/10/2018, 11:17 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Cafe Dragster van Gunung Sindur: Gembol Mesin Toyota Kijang 1300cc
: Motor Dragster buata anak Bogor pakei mesin Kijang tahun 1978. (Wilfridus Zenobius Kolo / JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Motor bergenre dragster menggunakan mesin mobil biasa hanya kita lihat di video-video luar negeri. Tapi sebenarnya motor model ini juga bisa diracik oleh kawula muda Indonesia.

Salah satunya adalah dragster buah tangan Julian Hidayat dari Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Terkesan dengan model-model motor dragster yang biasa ditonton dari youtube akhirnya ia memutuskan menggarap motor impiannya itu sendiri.

Beberkal motor yang dimiliki, pria yang akrab disapa Bonyok ini kemudian membeli sebuah unit mobil Toyota Kijang tahun 1978. Ia lalu mencomot mesinnya untuk memulai pekerjaan ‘gila’nya.

Cafe Dragster van Gunung Sindur: Gembol Mesin Toyota Kijang 1300cc
Tampilan gahar motor Dragster asal Gunung Sindur, Bogor (Wilfridus Zenobius Kolo / JawaPos.com)

“Saya memang awalnya tertarik dari video-video motor dragster di luar negeri jadi pingin. Jadi kalau mau buat kan butuh motor dengan mesin besar. Kan di Indonesia untuk dapat motor yang mesin besar susah ya. Kalau kelas menengah ke atas mungkin gampang, tapi kalo kita susah.Karena itu saya akali dengan membeli mobil untuk pakai mesinnya,” katanya saat berbincang dengan  JawaPos beberapa waktu lalu di ICE, BSD, Tangerang.

Untuk pembangunannya, Bonyok melakukannya sendiri di  bengkelnya Bokor Custom, Bogor. Konstruksi frame motor sesuai dengan kondisi mesin. Rangkanya dibuat dengan bahan pipa besi SCH 3 mili yang dikondisikan agar mesin Kijang 1.300 cc 3K empat silinder dengan berat lebih dari 100 kg in dapat duduk dengan nyaman. Di bagian mesin ditambahkan cover dengan lukisan aibrush.

Setelah rangka kelar giliran tangki yang di custom menggunakan bahan plat galfanis 2,5 mili. Pengerjaan dua bagian motor ini cukup sulit karena konstruksi rangka harus benar-benar dibuat sedemikian rupa sehingga menggaransi dudukan yang aman bagi engine besar.

Di bagian lainnya, Bonyok menambahkan braket-braket agar motor lebih nyaman saat ditunggangi. Setelah mesin dan tangki sudah diletakan di bagian frame motor, giliran kaki-kaki dipasang.

Motor bongsor ini menggunakan pelek ring 17 inci lebar 700 dan belakang ring 17 dengan lebar 500 dibalur ban Zeneos ukuran 160/70 untuk depan dan ban belakang Betlex ukuran 200/60. Suspensinya menggunakan milik Yamaha Bison yang dicustom dehingga menjadi double disc. Sementara bagian belakang menggunakan aftermarket dari YSS.

Bonyok sudah melakukan pengetesan motor dengan panjang mencapai 2 meter ini di jalanan sekitar Gunung Sindur. Kecepatannya yang baru dicapai 100 km/jam karena gasnya masih diurut. Meskipun semua di-custom namun Bonyok menjamin motor ini aman untuk ditunggangi.

Motor ini dikerjakan kurang lebih 8 bulan dan telah menghabiskan budget kurang lebih Rp 70 juta. Berkat kreasi uniknya motor yang mengkombinasikan gaya cafe racer dan dragster ini telah meraih beberapa prestasi bergengsi diantaranya pic award dari retro klasik dan runner up best cafe racer di Kustomfest 2017.

“Sebenarnya motor ini guwe gabungkan dua aliran jadi Cafe dragster. Caferacernya ada di tangki sama hornet dan dragsternya ada di tangki besar dan model motor yang panjang,” tukasnya.

(wzk/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up