JawaPos Radar

Rekonstruksi Rumah Korban Gempa Lombok Berjalan Lambat

10/10/2018, 10:52 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Syarif Burhanudin
Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanudin. (Bobi Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Proses rekonstruksi rumah warga usai gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berjalan lambat. Dari 83 ribu rumah yang mengalami kerusakan, baru ada 200 rumah yang berdiri.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanudin menjelaskan, lambatnya proses rekonstruksi disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah keengganan masyarakat untuk mendiami rumah permanen dengan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (Risa).

Masyarakat lombok yang umumnya memiliki rumah dengan tembok beton, masih ragu dengan bangunan Risa yang ditawarkan. Jadi sosialisasi perihal penggunaan konstruksi konsep Risa menjadi tugas utama tim satgas yang ada di Lombok.

Sejauh ini, baru ada 1.800 warga yang tertarik menggunakan Risa. Fokus tim di lapangan adalah bagaimana mengajak lebih banyak masyarakat untuk mau membangun rumah yang memiliki sistem Knock Down ini.

"Ke depan, kami harapkan lebih banyak lagi yang mau membangun dengan konstruksi ini (Risa). Harusnya 83 ribu lebih itu terbangun. Kami sosialisasikan dulu bangunan tahan gempa," terang Syarif saat di Batam, Selasa (9/10).

Selain sosialisasi, tim di Lombok juga memberikan pelatihan tentang konsep Risa. Dengan begitu diharapkan banyak relawan yang memiliki kemampuan untuk mendukung pembangunan rumah jenis ini. Sehingga pembangunannya akan lebih cepat. "Di sana (Lombok), ada 15 tentara yang ikut pelatihan konstruksi tahan gempa ini," jelas Syarif.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up