JawaPos Radar | Iklan Jitu

Viral Pengusiran Relawan, Gubernur Sulteng: Hanya Relokasi

10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Korban Gempa Sulteng
Tenda-tenda relawan kemanusiaan korban bencana di Palu, Donggala dan Sigi, Sulteng. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Duka gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang merenggut ribuan jiwa belum usai. Kini kabar menggemparkan untuk sebuah tindakan kemanusiaan viral di media sosial (medsos).

Sejumlah relawan kemanusiaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan lainnya diusir dari halaman Kantor Bappeda Kota Palu. Kehilangan perangkat elektronik berupa laptop disebut-sebut menjadi faktor utama insiden pengusiran tersebut.

Dalam video berdurasi 7 menit 32 detik menunjukkan bahwa yang melakukan pengusiran adalah Kepala BPBD kota Palu. Dengan berat hati, sejumlah relawan dalam video tersebut melakukan persiapan dengan membongkar tenda-tenda yang merupakan lokasi tempat relawan bernaung di halaman Kantor Bappeda Kota Palu.

Viralnya video itu menuai respons dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. "Saya telah mengonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir, tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD. Tujuannya memudahkan koordinasi dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel ASN (Aparatur Sipil Negara)," kata Sutopo melalui keterangan resmi yang diterima JawaPos.com di Makassar, Rabu (10/10).

Beberapa relawan mendirikan tenda di halaman Kantor Bappeda Sulteng. Di bagian belakang kantor Bappeda adalah relawan dari BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan dan mereka mendirikan dapur umum.

Sedangkan BPBD Sulawesi Utara (Sulut), BPBD Bolsel dan BPBD Bitung berada di halaman depan kantor Bappeda. Selain itu juga ada beberapa relawan lainnya. Mereka mendirikan tenda di halaman kantor Bappeda dan melakukan bantuan penanganan bencana sejak H+3 (1/10) lalu.

Menurut informasi dari BPBD Sulteng, terjadi kehilangan barang milik Bappeda. Usai gempa memang kondisi keamanan dan ketertiban di sebagian Kota Palu terganggu. Khususnya hingga H+2. Saat itu, kondisi keamanan dan lingkungan di Kota Palu agak rawan. Aparat polisi telah menangkap beberapa pencuri.

Sutopo menambahkan, kehadiran relawan sejak H+3 dengan mendirikan tenda-tenda justru ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal. Usai gempa, kondisi kantor kosong karena pegawainya tidak masuk.

"Terkait dengan kehilangan barang tersebut, kepala Bappeda sudah melapor ke gubernur dan menjelaskan tentang kehilangan aset kantor. Maka diambil keputusan untuk mengosongkan halaman Kantor Bappeda. Selanjutnya, BPBD Sulteng sudah mengajak relawan-relawan dari BPBD Sulut dan Bolsel untuk bergeser ke halaman kantor BPBD Sulteng," ujarnya.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola menegaskan, tidak ada istilah diusir. Yang benar adalah meminta kepala BPBD Sulteng untuk mengatur semua relawan-relawan BPBD di kantor Bappeda agar direlokasi ke Kantor BPBD Sulteng. Alasannya, kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif kerja sejak Senin (8/10) lalu.

"Kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan lagi. Karena dampak gempa belum dibersihkan dan lainnya. Selain itu sejak ASN aktif, maka semua ASN Bappeda harus apel dan masuk kerja. Tentu kegiatan mereka akan mengganggu kenyamanan relawan," tambah Longki melalui keterangan yang sama dalam rilis tersebut.

Perintah Gubernur Sulteng tersebut kemudian disampaikan kepada Kepala BPBD Sulteng kepada koordinator relawan yang menginap di halaman kantor Bappeda. Longki juga mengucapkan terima kasih atas dukungan, bantuan dan peran aktif relawan BPBD se Indonesia yang memang hadir ke Palu dan daerah terdampak bencana membantu korban bencana.

Rasa panggilan kemanusiaan untuk membantu masyarakat Sulteng yang tertimpa bencana benar-benar diperlukan masyarakat. Mewakili masyarakat Sulteng, Longki mengucapkan terima kasih kepada relawan dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Sulteng.

"Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya misscommunication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," pungkasnya.

Editor           : Sofyan Cahyono
Reporter      : (rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 10 Oktober 2018, 10:11:29 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up