JawaPos Radar

Kapolri Disebut Terima Suap, BW: Pimpinan KPK Harus Bangkit dan Waras

10/10/2018, 10:10 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kapolri Disebut Terima Suap, BW: Pimpinan KPK Harus Bangkit dan Waras
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Issak Ramdhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Drama penyobekan buku catatan keuangan PT Impexindo Pratama, perusahaan milik Basuki Hariman semakin panas. Setelah muncul isu adanya pejabat Polri yang menerima aliran suap pada 2017, nama yang muncul kini lebih spesifik, yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia disebut-sebut tercatat dalam buku keuangan itu sebagai penerima uang.

Dalam investigasi Indoleaks diketahui ada sejumlah catatan pengeluaran uang yang disebut untuk Tito. Namun, kemudian ada tiga penyidik KPK saat itu yang menyobek halaman dalam buku catatan tersebut. Ketiganya diduga adalah Harun, Roland Ronaldy, dan Ardian Rahayudi.

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menegaskan, penyobekan itu merupakan salah satu motif yang diduga untuk menghapuskan nama salah seorang petinggi penegak hukum yang mendapat transaksi ilegal dari PT Impexindo Pratama milik Basuki Hariman.

Kapolri Disebut Terima Suap, BW: Pimpinan KPK Harus Bangkit dan Waras
Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto (dok. JawaPos.com)

"Tertulis dalam Indoleaks Tito Karnavian paling banyak menerima uang dari Basuki Hariman saat menjabat Kapolda Metro atau kepala BNPT," ujarnya.

Namun, yang paling dipersoalkan seharusnya di mana posisi pimpinan KPK. "Pimpinan KPK harus bangkit bertindak waras dan menegakkan keberaniannya."

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan, berita penyebutan nama Tito dalam kasus tersebut pernah muncul pada 2017. Artinya, informasi tersebut dimunculkan kembali saat ini.

"Saat itu sudah diklarifikasi oleh Polri," ujarnya. Bahkan, Basuki telah diperiksa Polda Metro Jaya untuk memastikan kebenarannya. Dia mengatakan, saat itu Basuki tidak mengakui apa yang tertulis. 

(idr/tyo/far/c19/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up