JawaPos Radar

Minum 3 Pil Ekstasi Sekaligus, Gadis Skotlandia Tewas

10/10/2018, 09:23 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
pil ekstasi, narkoba, skotlandia,
Hasil dari investigasi kepolisian menyatakan, anak itu mendapat pengaruh temannya untuk menenggak tiga pil ekstasi sekaligus (Pixabay)
Share this image

JawaPos.com – Seorang gadis berusia 13 tahun ditemukan tewas secara tiba-tiba di Skotlandia. Butuh waktu sekitar 10 minggu bagi pihak kepolisian memecahkan misteri meninggalnya gadis kecil itu. Hasil dari investigasi kepolisian menyatakan, anak itu mendapat pengaruh temannya untuk menenggak tiga pil ekstasi sekaligus.

Liburan musim panas merupakan salah satu momen yang paling menggembirakan bagi anak sekolah di Skotlandia, matahari terik, tidak terbebani tugas sekolah, atau harus bangun pagi untuk berangkat ke sekolah. Namun, rupanya hari pertama liburan musim panas tahun 2018 kemarin merupakan hari paling menyedihkan bagi orangtua Grace Handling.

Tubuh Handling ditemukan sudah tergeletak kaku di sebuah rumah di Ayrshire, Skotlandia. Kepergiannya begitu mendadak dan menciptakan duka yang sangat mendalam di hati ayah yang begitu mengasihinya.

pil ekstasi, narkoba, skotlandia,
Namun, rupanya hari pertama liburan musim panas tahun 2018 kemarin merupakan hari paling menyedihkan bagi orangtua Grace Handling (Donegal Daily)

Setelah kabar tubuh Handling ditemukan, butuh waktu 10 minggu bagi petugas kepolisian untuk mengidentifikasi penyebab kemarian Handling  pada Juli 2018 lalu. Sebuah laporan menunjukan, sebelum meninggal, Handling mengonsumsi obat-obatan terlarang sebelum akhirnya jatuh dan tewas.

Kepergian remaja putrinya merupakan pukulan keras bagi ayah Handling, Stewart Handling. Ia meminta pertanggungjawaban orang-orang yang telah merusak putrinya hingga tewas. Ia juga menegaskan kepada seluruh orangtua yang memiliki anak-anak remaja untuk selalu mengawasi anak-anak mereka dari jerat narkoba.

Dilansir dari Mirror pada Rabu, (10/10), sang ayah mengatakan, anaknya merupakan anak yang sangat baik dan lugu. Ia bahkan tak pernah menyangka anak perempuannya akan mati ditangan obat-obatan terlarang yang sebelumnya ia tak pernah konsumsi.

Dilaporkan tiga minggu sebelum liburan musim panas, Handling berkenalan dengan seorang remaja pria yang usianya tidak berbeda jauh dengannya. Kemudian Handling mendatangi rumah pria itu dan di situlah kejadian nahas terjadi. Pria itu menawarkan Handling pil ekstasi dan mengatakan kepadanya bahwa ia bisa meminum tiga pil ekstasi dalam waktu yang bersamaan.

Banyak pihak yang merasa sangat kehilangan sosok Handling. Ia dikenal sebagai pribadi yang manis dan baik hati. Bahkan 300 teman sekolahnya berkumpul di sebuah pantai untuk menerbangkan balon sebagai tanda penghormatan terhadap Handling.

Sekolah mengingatkan kepada seluruh murid, apabila hal ini dapat terjadi pada Hnadling, maka memungkinkan hal itu terjadi pada yang lainnya.

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up