JawaPos Radar

Mitra Grab Lecehkan Penumpang

Lakukan Mediasi, Langkah Grab Indonesia Dikritisi

10/10/2018, 08:46 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Lakukan Mediasi, Langkah Grab Indonesia Dikritisi
Manajemen Grab Indonesia minta driver dan penumpang mediasi (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Grab Indonesia merespon atas salah satu mitra pengemudi GrabCar yang diduga telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan kepada penumpangnya di Jakarta.

Director Marketing Grab Indonesia Mediko Azwar mengatakan, berdasarkan hasil investigasi yang disertai dengan keterangan, Grab memutuskan memberikan sanksi kepada mitra pengemudi sesuai Kode Etik Mitra Pengemudi .

Pihaknya juga menjelaskan mitra pengemudi yang bersangkutan telah bersedia untuk dipertemukan dengan penumpang untuk memberikan penjelasan secara langsung dan menawarkan proses mediasi antara kedua belah pihak.

“Namun hingga saat ini penumpang yang bersangkutan masih menolak untuk bertemu walaupun telah menerima penjelasan dengan baik dari pihak kami,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (10/10).

Medika menjelaskan, pihaknya melakukan pemantauan yang ketat dan memastikan tingkat keselamatan yang tinggi bagi para penumpang dan mitra pengemudi.

Beragam fitur keamanan yang canggih seperti ‘Share My Ride’, tombol darurat bagi penumpang serta fitur selfie authentication dan uji coba fitur kamera keamanan dan tombol darurat bagi mitra pengemudi GrabCar merupakan bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan berkendara.

"Keselamatan merupakan prioritas utama bagi Grab dan merupakan pilar dari seluruh kegiatan operasional serta layanan kami,” tuturnya.

Mediko mengimbau, jika masyarakat menerima peredaran informasi yang melibatkan mitra pengemudi dan penumpang Grab, disarankan untuk selalu mengecek kebenaran informasi tersebut sebelum meneruskannya ke pihak lain dengan meneruskan ke tim Customer Experience kami untuk segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, sejumlah aktivis perempuan menyatakan geram dan penyesalan kepada Grab Indonesia. Respon aplikator asal Malaysia untuk memertemukan mitra pengemudinya yang diduga melakukan pelecehan kepada penumpangnya mendapat kritik keras.

Ajakan mediasi antara korban dengan diduga pelaku itu sontak menimbulkan reaksi negatif. Rencana tersebut disampaikan GRAB Indonesia melalui akun Twitter resminya @GrabID, Selasa (9/10).

Aktivis Perempuan asal Universitas Indonesia (UI), Saras Dewi mengkritisi rencana GRAB Indonesia itu. Pelecehan seksual yang dilakukan pengemudi Grab ini sudah yang kesekian kalinya terjadi.

"Komentar GRAB di akunnya itu cenderung memojokkan korban yang dianggap tidak kooperatif,” kata Saras.

Seharusnya, lanjutnya, langkah Grab bukan mediasi karena akan menimbulkan trauma ke korban. Ungkapan Saras itu menyusul protes keras yang dicuitkan melalui Twitter kepada Grab Indonesia.

”Ini sikap yang tidak sensitif. Mediasi itu jika ada persengketaan, tetapi ini adalah pelecehan seksual dan harus ditindaklanjuti oleh Grab untuk memidanakan mitra driver-nya dan menyempurnakan sistem kemanan untuk melindungi penumpang, khususunya perempuan,” tegasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up